Showing posts with label Kursus. Show all posts
Showing posts with label Kursus. Show all posts

Wednesday, April 2, 2014

Mencicipi Makanan Korea di Hankook Gwan (한국 관) Bandung


Sudah lama sekali saya tidak posting disini. Dibilang sibuk sih tidak juga karena selama ini masih punya banyak waktu buat main sama temen-temen. Tapi entah kenapa menulis itu bener-bener membutuhkan mood yang bagus. Biasanya kalau mood sudah bagus tulisan bisa ngalir begitu saja. Contohnya seperti sekarang ini, kebetulan saya sedang ada proyekan bersama temen-temen. Proyek tersebut diambil berdasarkan hobi kami tapi dibuat supaya bisa menghasilkan. Apalagi kalo bukan masalah tulis menulis. Jujur saya sebenarnya merasa kalau tulisan saya mungkin tidak sebagus penulis-penulis hebat di luar sana. Tapi sejak awal niat awal saya hanya ingin sharing apa saja yang ada di pikiran saya dan kalo bisa berbagi lewat tulisan saya. Dan tidak disangka rewardnya apresiasi dari pembaca blog sekalian. Sedikit bocoran soal proyek saya bisa diliat disini. Siapa tau banyak yang penasaran soal kimia dan sains. Silahkan dicek. OOT dikit gpp ya... :D

Buat postingan kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya mencicipi masakan korea yang lumayan authentic. Sudah lumayan lama sih waktunya tapi tidak ada salahnya berbagi tempat makan makanan Korea di Bandung yang recommended. Tempatnya di daerah Sukajadi namanya 한국 관 (baca: Hankook Gwan) dekat dengan Tomodachi Resto Bandung. Saya datang ke tempat ini sebetulnya karena bertepatan dengan acaranya HKLCB (Homey Korean Languange Club Bandung) dalam rangka merayakan hari kelulusan kami sebagai Non Member menjadi Member. Tempatnya dari luar sih seperti rumah tua peninggalan jaman Belanda. Masuk ke dalam barulah mulai sedikit terasa suasana khas Koreanya walaupun tidak banyak, hanya berupa ornamen hiasan dinding. Disana kita langsung menuju meja yang sudah kami pesan yang berada di bagian belakang. Di tengah-tengahnya terdapat taman yang lumayan besar dan di bagian sisi-sisinya terdapat meja-meja untuk pengunjung. Konsepnya malah lebih mirip rumah makan sunda dengan bilik-bilik bambunya sih dibanding rumah makan korea.. Mungkin mereka tidak mau melupakan ciri khas dari Bandungnya itu sendiri makanya dibuatlah seperti itu. 

Makan-makan HKLCB Angkatan 14 di 한국 관
Yang membuat saya sadar itu rumah makan Korea adalah karena di masing-masing meja terdapat semacam langseng yang tertanam dan beberapa piring kecil side dishes khas Korea yang mirip kacang goreng dibumbu pedas manis, ikan teri dibumbu pedas manis, tumis labu siam, kimchi, saus seperti kecap asin dengan wijen, sambal yang rasanya tidak pedas tapi mirip sambel terasi. Panitia acara memesankan kami beberapa jenis makanan khas Korea berikut. Oh iya sebelumnya saat memesan pastikan kalian meminta Halal Food untuk teman-teman yang muslim ya. ;)

1. Daging panggang 불고기 (baca: Bul-go-gi) 
 
Ilustrasi Beef Bulgogi

Makanan ini disajikan langsung diatas kompor dan penyajiannya lengkap dengan selada air, cabe hijau, dan bawang putih untuk membungkusnya.
Nah untuk cara makannya seperti ini...
Ilustrasi Cara Makan Bulgogi
       2. Nasi campur 비빔밥(baca: Bi-bim-bap), 

Ilustrasi Bibimbap

Makan ini yang paling enak menurut saya, sayangnya saya hanya kebagian mencicipi sekitar 1-2 sendok saja. Cara makannya gampang, kalian hanya tinggal mencampurkan/mengaduk seluruh bahan yang tersedia di dalam mangkuk. Hasilnya...음~ 맛있다....
       3. Kimchi stew 김치 찌개 (baca: Kim-chi Jji-gae),  

Ilustrasi Kimchi Jjigae

Makanan yang ini merupakan kimchi yang dimasak dengan kuah di dalamnya dimasukan semacam tahu sutera. Lumayan sih rasanya..
        4. Spicy Seafood Noodle Soup 짬뽕 (baca: Jjam-ppong), 

Ilustrasi Jjamppong

Makanan ini yang agak unik karena di dalamnya menggunakan soun dan rice cake. Jadi rasanya seperti memakan cilok dalam sup. Hahaha...unik :p
        5. Spicy Korean Fried Chicken 양념 치킨 (baca: Yang-Nyeong Chi-Khin)

Ilustrasi Spicy Korean Fried Chicken

Makanan ini mirip dengan yang saya coba di Mujigae. Tapi lebih enak di 한국 관 sih rasanya lebih pas. 
        6. Sup rumput laut 미역국 (baca: Mi-yeok Guk) 

Ilustrasi Sup Rumput Laut

Sup ini biasa disajikan untuk orang yang berulang tahun. Rasanya seperti rumput laut yang dimasak seperti sayur bening. 

Makanan-makanan tersebut disajikan bersama semangkuk nasi panas. Ini bukan kali pertama saya mencicipi makanan Korea karena sebelumnya saya juga sudah mencoba mencicipi beberapa jenis makanan Korea di Mujigae. Tapi jujur saya agak kecewa saat mencicipi makanan di Mujigae mungkin karena lidah saya belum terbiasa dengan makanan Korea. Disana saya memesan Kimchi Ramyeon dan Spicy Korean Fried Chicken. Rasanya menurut saya yang biasa makan masakan dengan bumbu rempah-rempah lengkap rasanya makanan Korea ini bumbunya serba nanggung. Dibilang pedas tapi menurut saya sama sekali tidak pedas hanya warnanya saja yang agak kemerahan. Bahkan menurut saya Spicy Korean Fried Chicken-nya lebih enak dengan bumbu pedas manis khas Indonesia.

Nah kalau di 한국 관, rasanya menurut saya lumayan enak dan pas di lidah saya, walaupun rata-rata mungkin masakan Korea memang tidak pedas dan rasanya manis. Favorite saya dari beberapa menu yang disajikan adalah bibimbap. Rasanya pas di lidah dan ada rasa khas seperti bau terbakar/gosong yang mampu memberikan cita rasa berbeda. Mungkin karena bibimbap ini disajikan dalam wadah khusus terbuat dari mangkuk batu korea (Korean Hot Stone Bowl) yang sepertinya dipanaskan menggunakan tungku terlebih dahulu sebelum disajikan. Satu lagi yang cukup saya suka yaitu Spicy Korean Fried Chicken-nya, rasanya agak berbeda dengan yang pernah saya coba di Mujigae. Menurut saya Spicy Korean Fried Chicken di 한국 관 ini rasa makanannya lebih pas tidak senanggung dan semanis di Mujigae, walaupun tetap tidak pedas. Tapi kembali lagi sih ini masalah selera masing-masing. 

Setelah mencicipi berbagai jenis makanan tadi, acara makan-makan kami diakhiri dengan desert-nya berupa minum kopi atau bagi yang tidak suka kopi bisa diganti dengan semangka. Nilai plusnya makanan Korea menurut saya yaitu makanannya termasuk Healthy Food karena bahan-bahannya alami dan bumbu-bumbunya pun sederhana. Tidak heran banyak yang bilang bahwa kulit-kulit orang Korea yang mulus-mulus itu hasil dari pola hidup mereka yang sehat termasuk dari makanan yang biasa mereka santap.

Monday, October 29, 2012

Belajar IELTS

Sudah hampir satu bulan saya mengikuti program IELTS preparation di IEDUC, dan cukup banyak juga ilmu yang sudah saya dapat disana. Awalnya saya tidak tahu perbedaan mengenai TOEFL dan IELTS. Tapi setelah mengikuti kursus satu bula disana semakin jelas perbedaan keduanya. Pada tes TOEFL hanya dibutuhkan pemahaman mengenai Listening, Structure dan Reading, dan soal-soalnyanya hanya berupa pilihan ganda yang mungkin bisa saja kita hitung kancing untuk menjawabnya. Beda sekali dengan IELTS. Dalam IELTS kita dituntut lebih aktif dalam berbahasa Inggris. Nah...dalam IELTS sebenarnya ada dua tipe modul, tergantung kebutuhan kita. Ada Academic dan General Training. Tergantung kebutuhan kita masing-masing. Untuk yang membutuhkan kebutuhan spesifik misal dalam bidang kedokteran atau lainnya. Mungkin bisa mengambil modul Akademik. Karena setahu saya memang ada istilah-istilah Bahasa Inggris tertentu yang ada dalam suatu bidang studi (CMIIW).

Dalam sesi listening, kita membutuh pengetahuan mengenai pengucapan dan penulisan kata dalam bahasa Inggris. Bahkan tutor saya meminta kami untuk berlatih spelling setiap hari dan membiasakan telinga kami dengan aksen British. Beberapa teman yang memang memiliki TV kabel atau menonton Film berbahasa Inggris tanpa subtitle mungkin banyak terbantu juga untuk sesi Listening. Setidaknya telinga mereka sudah akrab dengan pengucapan dan aksennya. Kita juga harus cermat karna untuk sesi Listening ini bentuk soalnya berupa soal isian, jadi jika salah penulisan kurang s/es misalnya itu saja sudah langsung salah. Dan harus benar-benar memperhatikan instruksi yang diberikan, karena masing-masing bagian memiliki instruksi yang berbeda.

Untuk Sesi Reading, ada berbagai macam tipe soal. Misalnya ada yang meminta kita untuk menentukan heading dari suatu paragraf dengan memberikan beberapa pilihan jawaban. Tipe soalnya bisa dibilang seperti soal menjodohkan. Ada juga tipe soal untuk menentukan apakah kalimat tersebut True, False, atau Not given berdasarkan wacana yang diberikan. Selain itu, ada juga tipe soal isian yaitu melengkapi sebuah paragraf yang di dalamnya terdapat titik-titik yang harus dilengkapi dengan kata berdasarkan wacana yang diberikan, dan beberapa tipe lainnya.

Nah kalau untuk Writting, kita akan diberikan dua buah tugas. Tugas pertama biasanya diminta untuk menuliskan deskripsi kita mengenai grafik, kurva, diagram, chart dan sebagainya dalam minimal 150 kata. dan untuk tugas yang kedua kita diminta untuk memberikan opini atau pendapat kita mengenai sebuah permasalahan serta menuliskannya dalam minimal 250 kata. Untuk sesi Writting ini kita harus banyak berlatih menulis dan membaca artikel-artikel yang memuat gambar, grafik, dan sebagainya yang serta memuat opini atau pendapat dalam bahasa Inggris tentunya.  

Untuk sesi terakhir yaitu Speaking, akan ada tiga tipe pertanyaan. Diantaranya yaitu interview, cue card, dan diskusi. Untuk speaking sebenernya salah satu solusinya adalah banyak-banyak berlatih conversation saja sih dan memperkaya vocab dan grammar kita. Jangan lupa juga perhatikan inonasi dalam berbicara. Karena nanti saat tes sebenarnya kita akan berhadapan dengan examiner dari luar alias bule. Dan Percakapan kita akan direkam sehingga penilaiannya bukan pada saat itu. Tapi berdasarkan hasil rekaman tersebut. Kebayang kan kalau cara bicara kita datar tanpa intonasi (CMIIW).

So...sudah jelaskan perbeda yang mencolok antara TOEFL dan IELTS. Setelah saya tarik kesimpulan dari kursus, sebenarnya modal kita untuk bisa fasih berbahasa Inggris ataupun sukses dalam tes-tes Bahasa Inggris ada dalam diri kita sendiri. Kuncinya adalah berlatih-berlatih dan berlatih. Karena dalam Bahasa yang dibutuhkan adalah keterampilan. Tidak cukup hanya dengan pengetahuan berupa teori. 

Mulai targetan dengan:
  1. Banyak menonton Film, siaran berita atau tayangan berbahasa Inggris tanpa subtitle atau bisa juga dengan mendengarkan musik berbahasa Inggris Kemudian coba untuk menuliskan dialog atau liriknya. kalau untuk pilihan Film bisa coba Film Harry Potter dengan aksen Britishnya yang kental.
  2. Membaca Artikel berbahasa Inggris dengan cara diucapkan dan coba melakukannya dengan pengucapan bahasa Inggris yang tepat. Jika kebingungan dengan bagaimana cara pengucapannya coba buka translate om google disana ada fitur suara pengucapan berupa icon speaker.
  3. Berlatih menulis dalam bahasa Inggris, bisa mulai dengan menulis diary misalnya. Setidaknya untuk menambah perbendaharaan kata dan sedikit demi sedikit memperbaiki grammar kita. Baru kemudian coba untuk menuliskan deskripsi tentang sesuatu dan opini atau pendapat kita disertai dengan membaca contoh-contoh artikel yang memuat deskripsi dan opini.
  4. Coba melakukan percakapan sehari-hari dengan menggunakan bahasa Inggris bersama teman dekat kita. Atau bisa juga menjadikan satu hari sebagai hari berbahasa Inggris dimana kita tidak boleh menggunakan bahasa lain selain Bahasa Inggris. Nah dengan begitu kita bisa saling mengkoreksi kekurangan masing-masing.
Wah..bikin tulisan ini juga jadi mengingatkan saya untuk segera berlatih dan mengalahkan rasa malas. Semangat!!! Jia You!!! Hwaiting!!!

Friday, September 28, 2012

Belajar Bahasa (Part I)

Dua minggu terakhir ini saya baru saja memulai target saya untuk belajar bahasa Inggris. Tadinya saya masih ingin bertahan untuk belajar bahasa Inggris secara otodidak. Tapi apa daya, saya punya target yang harus secepatnya dikejar akhir taun ini. Dan ini berhubungan dengan skor TOEFL atau IELTS saya. 

Awal bulan ini saya dan teman saya Teh Yeni menghadiri sebuah acara job expo di Braga Bandung. Sebenernya niat saya kesana hanya sebatas ingin mengetahui ada perusahaan apa saja yang membuka lowongan disana dan kebetulan juga ada tes TOEFL, IELTS dan TOEIC gratis. Tapi ternyata begitu saya masuk kesana yang membuat saya tertarik bukanlah lowongan pekerjaannya. Malahan seminar yang sedang berlangsung juga disana. Seminar tersebut sekaligus untuk mempromosikan tempat kursus Bahasa Inggris. Saya langsung tertarik begitu melihat acara seminarnya. Saat itu yang mengisi seminar adalah Bang Ben, begitu panggilan beliau. Salah seorang pengajar di Tempat kursus bahasa Inggris APEC (Aprilia Professional English Course). Gaya penyampaiannya yang santai dan diselingi canda membuat suasana seminar menjadi semakin menarik. Beliau menyampaikan materi mengenai bagaimana cara mengahadapi interview dalam Bahasa Inggris dengan dua aksen kadang British kadang juga Amerika. Walaupun kalau menurut saya beliau lebih banyak mengajarkan kami mengenai bagaimana pengucapan bahasa Inggris yang benar dan menceritakan pengalamannya berbahasa Inggris. Sekaligus juga mempromosikan APEC yang memiliki fasilitas menarik, dimana APEC menyediakan English Camp. Disana kita bisa belajar bahasa Inggris secara intensif selama 3 bulan. Setiap hari full berbahasa Inggris dan semua aktivitasnya pun dilakukan dalam bahasa Inggris. Mungkin bisa dibilang mirip dengan Kampung Bahasa Inggris di Pare.

Wah saya jadi semakin tidak sabar untuk mendaftar kursus Bahasa Inggris gratisnya. Setelah seminar sesi pertama berakhir, saya dan Teh Yeni langsung menuju stand APEC dan mendaftarkan diri untuk mengikuti kursus dan tes TOEFL gratisnya. Barulah akhir minggu itu kami pergi ke APEC yang terletak di Jl. Kapt. Abdul Hamid No. 139 Setiabudi (Panorama) - Secapa dekat dengan kampus UPI. 

Barulah minggu selanjutnta kami mengikuti tes di TOEFL di APEC. Sebenernya saat akan tes saya sudah membayangkan kami akan melakukan tes TOEFL seperti yang biasa kami lakukan, dimana tesnya terdiri dari Listening, Structure, dan Reading. Tapi ternyata bukan. kami hanya diberikan dua lembar kertas yang berisi kurang lebih 15 buah pertanyaan berupa pilihan ganda. Kami cukup maklum sih namanya juga gratisan setidaknya segitu juga sudah syukur. Selesai tes kami mengisi formulir untuk mendaftar kursus Bahasa Inggris gratisnya selama 1 bulan alias 8 kali pertemuan. Kami diberikan dua opsi yaitu kelas general english atau conversation. Kami memutuskan memilih kelas general english karena menurut kami dalam general english juga akan diajarkan conversation nya. 

Mumpung lagi getol-getolnya kami ikut dua tes bahasa Inggris. Selain di APEC kami juga ikut di IEDUC (International Education Center). Nah IEDUC ini sebenernya tidak asing untuk saya berbeda dengan APEC yang baru saya dengar dan memang kebetulan APEC ini merupakan lembaga kursus baru dengan konsep berbeda. Karena 2 tahun yang lalu saya juga berencana untuk mengambil kelas IELTS disana. Tapi tidak jadi karena pertimbangan ingin belajar otodidak dulu. Nah sepulang tes dari APEC kami langsung bergegas menuju IEDUC yang terletak di Jalan Cimanuk No. 32 Bandung. Letaknya dekat dengan Pusda'i dan Gedung Sate, tepat disamping Jalan Cilaki. Mungkin untuk pecinta kuliner pasti tau ya daerah ini.

Nah untuk tes di IEDUC ini sesuai dengan perkiraan kami tes TOEFLnya terdiri dari Listening, Structure dan Reading. Nah setelah tes sekalian deh tanya-tanya tentang program IELTS yang dibuka disana. Ternyata kebetulan mereka sedang membuka kelas baru untuk jadwal selasa-kamis jam 18.30 WIB. Akhirnya kami memutuskan untuk masuk waiting listnya. 

Satu Minggu kemudian hasil tes TOEFL di IEDUC akhirnya keluar dan ternyata hasilnya cukup memuaskan. Walaupun untuk standar apply beasiswa keluar masih jauh dari kata cukup. ya not bad lah ya namanya juga tes tanpa persiapan apapun. Setidaknya saya cukup tau sudah sejauh mana perkembangan Bahasa Inggris saya sekarang. Ternyata masih lemah di structure. Tentu saja karena saya paling malas menghapal grammar itu. Tapi semoga saja dengan niat yang ada sekarang saya bisa memperbaiki bahasa Inggris saya jauh lebih baik. Target skor IELTS lebih dari 6.5. hoho...bisa gak ya??? SEMANGAT!!! yang penting usaha dulu. Fighting :D