Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Thursday, April 30, 2020

Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan

Saya teringat saat di masa awal-awal wabah pandemik COVID-19 ini muncul di Indonesia, saya sempat membagikan sebuah instagram story (IGS) di pertengahan bulan Maret lalu tentang cara pembuatan hand sanitizer (HS) yang sesuai dengan standar WHO (WHO recommendation). Karena penasaran saya sempat mencoba membaca juga sebuah jurnal sebagai pelengkap untuk terkait prosedur pembuatan HS yang baik dan aman digunakan. Saat itu kebetulan di salah satu departement tempat saya bekerja mulai diminta untuk memproduksi HS sendiri demi mengantisipasi kelangkaan HS di pasaran. Hampir di semua tempat saat itu membahas mengenai cara pembuatan HS ini, bahkan waktu itu kabarnya sudah ada himbauan dari pemerintah agar setiap badan pemerintah untuk memproduksi HS sendiri. Betul saja, tidak lama setelah postingan itu dibagikan banyak orang mulai membuat HS sendiri. Ada juga beberapa orang yang memanfaatkan situasi ini untuk menjual HS buatannya. Sayangnya banyak yang kurang memperhatikan aspek konsentrasi akhir alkohol serta kesterilan dan keamanan kerja selama pembuatan HS ini, sehingga kemungkinan banyak  HS yang beredar di pasaran konsentrasi alkohol akhirnya tidak sesuai standar. 

IG Story Terkait Pembuatan Hand Sanitizer (HS)
Pada postingan ini saya tidak akan membahas mengenai cara pembuatan HS, mungkin nanti saya akan share secara terpisah pada postingan berikutnya. Hand sanitizer ini merupakan salah satu jenis antiseptik. Nah jadi selain antiseptik, pada masa pandemik ini disinfektan juga mulai populer digunakan. Di Indonesia sendiri pemanfaatan disinfektan ini kian populer semenjak dikenalkannya disinfectant chamber dan penyemprotan ruas-ruas jalan serta fasilitas publik menggunakan disinfektan. kemudian baru-baru ini makin populer setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pertanyaan terkait penggunaan disinfektan sebagai pengobatan COVID-19. Jujur ini ide yang sangat gila menurut saya. Tapi entahlah, apakah pernyataan Trump ini hanya sebuah sarkasme belaka yang kemudian dipelintir oleh media atau bagaimana. Banyak pro kontra mengenai penggunaan disinfektan ini, jadi sebelum mencerna informasi di luar sana, Yuk kita coba cari tau apa bedanya disinfektan dan antiseptik serta apa fungsi dari masing-masing zat ini.

Disinfektan
Disinfektan adalah agen kimia yang digunakan untuk menghancurkan atau menghambat pertumbuhan micro-organisme yang bersifat patogen. Disinfektan ini seharusnya digunakan pada material atau benda mati seperti peralatan atau permukaan benda. Cara kerja disinfektan ini sebenarnya tidak membunuh seluruh microorganisme tetapi hanya mengurangi jumlahnya saja hingga level yang tidak membahayakan. Ada banyak jenis disinfektan diantaranya Natrium Hipoklorit, Natrium dikloroisosianurat (NaDCC), Klorin, Klorosilenol, dan glutaral. Bahan-bahan kimia tersebut termasuk metode disinfektan secara kimia, sedangkan pemanasan hingga mendidih, filtrasi, dan juga iradiasi ultraviolet termasuk ke dalam metode disinfektan secara fisik. 

Metode disinfektan baik secara fisik maupun kimia dapat digunakan tergantung kebutuhan. Nah mana contoh disinfektan yang berbahaya jika digunakan? Salah satunya yaitu klorin, senyawa ini sangat berbahaya karena sifatnya yang korosif dalam bentuk larutan pekatnya (konsentrasi tinggi). Jika terkena mata, klorin akan menyebabkan kerusakan dan rasa terbakar.  Tapi ya ada juga disinfektan yang aman yaitu antiseptik yang dapat digunakan untuk membersihkan kulit atau jaringan sebelum tindakan operasi dilakukan.

Antiseptik
Antiseptik sebetulnya termasuk salah satu jenis disinfektan, hanya saja antiseptik ini aman digunakan pada permukaan tubuh atau jaringan yang terbuka. Antiseptik ini mampu menghancurkan atau menghambat pertumbuhan dari micro-organisme (seperti bakteri, jamur, virus, protozoa, dan lain-lain) pada jaringan hidup tanpa menyebabkan efek berbahaya. Bahkan antiseptik ini biasanya digunakan untuk membersihkan kulit atau membran mukosa, luka bakar, bahkan luka terbuka agar tidak terjadi sepsis (kondisi serius dimana terjadi peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi). Yang termasuk antiseptik diantaranya adalah iodopor, polividon iodin, Klorheksidin, etanol, dan lain-lain. Klorohesidin dan etanol merupakan salah satu jenis antiseptik yang umum digunakan untuk membersihkan kulit. 

Nah pemanfaatan antiseptik dan disinfektan untuk membunuh virus penyebab COVID-19 didasarkan pada karakter virus SARS-CoV-2 yang termasuk jenis virus beramplop (viral envelope). Virus jenis ini umumnya mengandung lipid. Antiseptik dan disinfektan akan menghancurkan virus dengan cara berinterkasi dengan komponen lipidnya ini. Dari penjelasan di atas, cukup terbayang kan ya sekarang bedanya antara antiseptik dan disinfektan? Mana yang bisa kita gunakan untuk membersihkan tubuh kita dan mana yang peruntukannya untuk benda mati. Sekian. Semoga bermanfaat :)

Sumber:

Monday, April 27, 2020

Aplikasi Video Conference untuk Bekerja dan Belajar dari Rumah

Pandemik corona saat ini telah mengubah hampir seluruh tatanan hidup kita. Bumi seolah meminta waktu untuk memulihkan dirinya selama masa pandemik ini. Buktinya dengan himbauan "stay at home" alias "diam di rumah", langit Jakarta yang tadinya penuh polusi jadi biru lagi, lubang ozon yang tadinya sudah makin menganga lebar kini mulai tertutup. Mungkin ini yang dinamakan "Blessing in disguise". OK cukup pengantarnya. Saya mau agak fokus sedikit ke kegiatan stay at home-nya. Di Indonesia sendiri kasus corona pertama baru mulai diumumkan ke publik pada bulan Februari 2020 lalu, kemudian baru sekitar minggu ketiga bulan Maret kemarin pemerintah memberikan himbauan untuk melakukan "Work from home (WFH)" dan "School from home (SFH)" demi memutus rantai penularan virus ini. 
Kegiatan perkuliahan dan sekolah hampir seluruhnya beralih ke pembelajaran daring. Guru dan Dosen dituntut untuk sekreatif mungkin mengubah metode pembelajaran di kelas menjadi pembelajaran daring. Sebetulnya sudah ada banyak sekali pilihan teknologi yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pertemuan tatap muka di kelas, dari mulai Learning Management System (LMS) hingga aplikasi video conference. Aplikasi video conference yang dapat dimanfaatkan, diantaranya Microsoft Teams, Google Classroom, Google Meeting, Skype, Zoom, dan lain-lain. Kemudian apa perbedaan dari aplikasi-aplikasi ini? Mana yang paling tepat digunakan untuk pembelajaran? Kali ini saya akan coba membandingkan tiga jenis aplikasi yang paling sering saya gunakan dan cukup populer digunakan saat ini. Aplikasi tersebut adalah Microsoft Teams, Google Meeting, dan Zoom.

Microsoft Teams
Microsoft Teams ini merupakan salah satu produk yang diluncurkan oleh Microsoft yang terintegrasi dengan Office 365. Aplikasi Teams ini tidak hanya menyediakan fitur video conference atau video meetings saja, tetapi juga dilengkapi dengan fitur-fitur kolaborasi lainnya seperti chat, penyimpanan file dan aplikasi integrasi lainnya. Kendala yang cukup sering kita hadapi saat menggunakan MT ini adalah saat proses log in karena harus menggunakan SSO dari intitusi kita. Aplikasi MT ini mampu mengakomodasi hingga 250 peserta dalam satu kali kegiatan meeting dengan durasi waktu maksimal 4 jam.

Google Meeting
Aplikasi video conference atau video meeting lainnya yang dapat kalian gunakan yaitu google meeting. aplikasi ini cukup mudah digunakan akan tetapi tidak semua pemilik akun google dapat berperan sebagai penyelenggara meeting. Untuk menyelenggarakan meeting dengan aplikasi ini kita perlu memiliki akun universitas atau instansi yang telah terintegrasi dengan google atau mendaftar akun google suite. Aplikasi ini mampu mengakomodir hingga 100 peserta. Aplikasi google meeting ini dapat menjadi alternatif pilihan aplikasi video conference yang paling ramah bandwith jika dibandingkan dengan dua aplikasi lainnya. Selain itu aplikasi ini juga sudah terintegrasi dengan google classrom sehingga guru atau dosen dapat juga sekaligus mengelola kelas daringnya.

Zoom 
Aplikasi satu ini merupakan aplikasi yang paling sering saya gunakan dan sepertinya paling populer juga saat ini. Aplikasi Zoom ini cukup populer karena aplikasi ini sangat user friendly, kita tidak memerlukan keahlian khusus untuk mengunakan aplikasi ini. Ada banyak fitur yang disediakan oleh aplikasi Zoom diantaranya fitur video conference, chat, sharing file, virtual background, dan breakout room. Fitur breakout room yang disediakan oleh aplikasi ini memungkinkan host untuk menyelenggarakan beberapa sesi dalam satu kali meeting. Jumlah peserta yang dapat diakomodasi oleh aplikasi Zoom ini berbeda-beda tergantung dari jenis akun yang kita miliki. Aplikasi Zoom menyediakan beberapa pilihan akun dari mulai yang free (basic) hingga versi enterprise. Untuk akun basic, host dapat menyelenggarakan meeting dengan total peserta hingga 50 orang dengan durasi waktu maksimal 40 menit, sedangkan versi enterprise nya dapat mengakomodasi hingga 300 peserta dengan durasi waktu yang tak terbatas. Sayangnya ada isu keamanan yang sempat mencuat terkait penggunaan akun Zoom ini, seperti contohnya kasus Zoom Boombing yang sempat heboh belakangan ini. 

Berdasarkan perbandingan tersebut maka pilihan penggunaan video conference dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Dalam situasi pandemik ini sebetulnya pemanfaatan video conference ini seharusnya menjadi pilihan terakhir jika memang pemanfaatan aplikasi lain tidak dapat mengakomodir kegiatan pembelajaran daring, karena pemanfaatan video conference ini bukan tanpa kendala khusunya terkait penggunaan data internet. Bisa jadi siswa menghadapi masalah kuota karena kemungkinan siswa harus mengikuti beberapa meeting dalam satu hari, sehingga akan lebih bijak jika guru atau dosen dapat memanfaatkan LMS (Schoology, google classrom, dll) yang dimiliki dengan memaksimalkan penggunaan online chat, diskusi online, atau penugasan lainnya. Selamat mencoba :) 


Friday, November 28, 2014

Pendaftaran Peserta BPJS Umum

Akhirnya bisa posting lagi... Bismillah kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang pengalaman saya mendaftar sebagai peserta BPJS umum. Kebetulan tempat saya bekerja belum memfasilitasi keanggotaan asuransi bagi karyawan barunya. Sehingga mau tidak mau saya harus mengurus pendaftarannya sendiri. Apalagi menurut saya asuransi ini sangat penting, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada kita besok atau lusa. Bukan berdo'a semoga sakit, akan tetapi pencegahan lebih baik daripada mengobati. Setidaknya dengan adanya asuransi kesehatan apabila terjadi sesuatu hal maka biaya pengobatan akan sedikit banyak tercover dari program asuransi tersebut. Selain itu, setelah saya membaca sebuah artikel yang memuat informasi bahwa keanggotaan BPJS ini akan menjadi "sangat penting". Wacananya kelak pembuatan passport, buku nikah, SIM dan STNK harus menyertakan kartu BPJS. Untuk itu saya mulai mencari informasi berkaitan dengan pembuatan kartu BPJS ini.

Awalnya saya berencana untuk melakukan pendaftaran secara online melalui website BJPS agar prosesnya lebih cepat dan tidak harus mengantri lama. Akan tetapi ternyata pendaftaran online tersebut sudah tidak dapat dilakukan. Sehingga saya harus mendaftar secara langsung ke kantor BPJS terdekat. Kebetulan domisili saya di wilayah Cimahi Selatan maka saya mendatangi BPJS Kantor Layanan Operasional Kota Cimahi yang berlokasi di Komplek Kotamas Jl. Kotamas Raya No. 1 Cimahi. Nah untuk kalian yang ingin melihat Alamat Kantor BPJS di wilayah/regional kalian, kalian dapat melihatnya disini. 

Saya sudah bisa membayangkan bagaimana mengantrinya saat proses pendaftaran nanti seperti yang teman saya informasikan bahwa saya harus datang sepagi mungkin untuk mengambil nomor antrian. Karena layanan perharinya dibatasi hanya 100 peserta kalau tidak salah. Kalau bisa datang dari jam 04.00 WIB katanya. Membayangkannya saja saya sudah malas. Saya datang ke BPJS KLOK Cimahi pukul 06.30 WIB, saya pikir saya tidak akan kebagian nomor antrian tetapi beruntung saya masih mendapat nomor antrian bahkan masih termasuk nomor urut kecil. Saya mendapat nomor urut 37. Katanya sih kalau Jum'at memang antriannya tidak terlalu banyak. Mungkin  karena nanti terpotong oleh solat Jum'at jadi tidak sebanyak hari-hari biasanya. Saya mendengar ada ibu-ibu yang datang sejak pukul 05.30 WIB dan mendapat nomor antrian 10. mereka sengaja datang subuh hanya untuk mengambil nomor antrian tanpa sempat mandi ataupun berdandan. Setelah mengambil nomor mereka pulang ke rumah untuk bersiap-siap karena loket pelayanan baru dibuka pukul 08.00 WIB.

Saat pengambilan nomor antrian di bagian security, mereka akan memeriksa kelengkapan persyaratan pendaftarannya, seperti Formulir pendaftaran (minta ke security atau petugas yang memberikan nomor antrian), Fotocopy Kartu Keluarga (KK), Fotocopy KTP, Fotocopy Buku Rekening Tabungan dan Pas Photo ukuran 3x4. Menurut informasi saat pendaftaran per tanggal 1 November 2014 pendaftaran BPJS umum hanya dapat dilakukan secara kolektif, tidak dapat dilakukan perorangan. Maksudnya yaitu ketika mendaftar semua nama yang tercantum dalam Kartu Kelurga (KK) harus didaftarkan juga secara kolektif. Boleh diwakilkan asal seluruh persyaratan lengkap. Bank yang dapat digunakan untuk pendaftaran BPJS diantaranya Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) dan harus konvesional, bukan syariah. Untuk persyaratan Fotocopy Buku rekening, masing-masing calon peserta BPJS harus memiliki nomor rekening pribadi.

Saat pendaftaran, kita tinggal menyerahkan seluruh persyaratan dan petugas BPJS akan menginputkan data kita. Oh iya sebagai informasi dalam formulir pendaftaran kita dapat memilih fasilitas kesehatan yang akan kita gunakan dan kelas perawatan. Pemilihan kelas perawatan ini akan menentukan banyaknya iuran setiap bulan yang harus kita bayarkan. Ada 3 (tiga) pilihan kelas perawatan, diantaranya kelas I Rp. 59.500,-, Kelas II Rp. 42.500,-, dan kelas III Rp. 25.500,-. Iuran dilakukan maksimal tanggal 10 setiap bulannya. Bagi peserta BPJS yang mendaftar lebih dari tanggal 26 pada bulan tersebut, baru akan dikenakan biaya pada bulan berikutnya. Fasilitas kesehatan dapat dipilih tergantung dari Puskesmas, Klinik atau dokter pribadi yang peserta BPJS inginkan.

Setelah proses input selesai dilakukan oleh petugas BPJS, maka petugas akan memberikan semacam tanda terima yang memuat nomor rekening virtual dan jumlah iuran yang harus kita bayarkan. Setelah itu, kita dapat mendatangi bank untuk melakukan transaksi pembayaran dan menerima bukti pembayaran. Bukti pembayaran tersebut digunakan kembali untuk mengambil kartu BPJS yang telah dicetak di tempat kita mendaftar BPJS. Kartu yang kita terima saat itu, baru dapat digunakan setelah 7 hari. Sebelumnya saya sempat mendengar kartu tersebut awalnya dapat langsung digunakan akan tetapi mungkin untuk menertibkan administrasi maka diambilah kebijakan dimana kartu tersebut baru dapat aktif setelah 7 hari dari pendaftaran. Untuk kalian yang sudah kadung memiliki Kartu ASKES atau JKN, tidak perlu kuatir karena kartu-kartu tersebut masih memiliki kegunaan yang sama dan diterima juga sama seperti kartu BPJS ini.

Kartu BPJS

Sekian Informasi dari saya, semoga bermanfaat :)

Tuesday, November 5, 2013

Variety Show Korea "Barefoot Friends" - Kim Hyun Joong Prank!!!

Postingan kali ini saya ingin share sedikit tentang salah satu variety show yang sedang saya ikuti, salah satunya yaitu Barefoot Friends (BFF). Semula saya tertarik dengan variety show ini karena mereka mempunyai konsep perjalanan ke berbagai negara, dimana semua anggotanya diberi misi untuk hidup seperti penduduk asli tempat yang mereka kunjungi. Untuk memenuhi kebutuhan mereka selama tinggal di tempat tersebut mereka harus bekerja seperti penduduk asli disana. Salah satu negara yang sempat mereka singgahi yaitu Indonesia yang tayang di episode 4 dan 5. Setelah di 3 episode awal mereka mendatangi negara vietnam. Selain itu, mereka juga katanya memang membidik target penonton Internasional alias penonton luar Korea. Sayangnya mungkin karena ratingnya yang selalu rendah variety ini berganti format, mereka tidak lagi melakukan perjalanan ke negara-negara lain di luar Korea. Dan pada akhirnya BFF ini di episode 29. Hanya dalam waktu 7 bulan variety show ini berakhir masa tayangnya. Sangat singkat memang untuk ukuran sebuah variety show.

Awalnya saya sudah tidak lagi mengikuti variety show ini semenjak format acaranya berubah. Saya hanya sempat menonton sampai episode 13. Setelah itu berhenti karena saya merasa acaranya menjadi semakin tidak menarik. Tapi akhirnya saya kembali memutuskan untuk meneruskan menonton tapi dengan men-skip beberapa episode dan langsung ke episode 18. Nah di episode 21 saya menemukan sesuatu yang menggelitik. Episode ini merupakan format ke sekian dari BFF setelah mengalami beberapa kali pergantian. Konsepnya adalah membuat makanan rumahan dengan mengunjungi beberapa orang yang ahli dalam membuat healthy food, setelah itu membawa makanan tersebut ke rumah salah satu rekan artis lainnya yang lajang atau tinggal sendiri dan sudah lama tidak merasakan masakan rumahan atau makanan sehat. Di episode 21 ini, para pemain diberikan beberapa pertanyaan untuk mencicipi satu suapan makanan. Yang membuat saya kaget adalah saat mereka ditanya tentang ibukota India mereka masih kebingungan antara India dan Indonesia. Khususnya Kim hyun joong, padahal dia sebelumnya sempat berkunjung ke Jakarta Indonesia di episode 4 dan 5 acara ini. OMO...oppa masa udah lupa sih. Segitu gak terkenalkahnya Indonesia?? Ato gak, membekas gitu ya kejadian gendong yang dia alamin di episode yogyakarta, Indonesia?? Untuk jelasnya bisa dilihat dipotongan gambar berikut.


















Atau bisa juga diliat disini.
Sayang sekali ya mereka ini tidak tau Indonesia. Padahal kan banyak sekali penggemar Kdrama, Kpop, dan budaya Korea lainnya yang berasal dari Indonesia. Terlebih Indonesia kan masuk dalam urutan negara dengan jumlah penduduk terbesar. Harusnya sih Indonesia masuk dalam salah satu target market yang bagus buat mereka.

Sunday, September 22, 2013

Surat Keterangan Bebas Narkoba

Karena ada beberapa temen bloger yang memberikan pertanyaan seputar Surat Keterangan Bebas Narkoba dari Rumah Sakit Dustira, Cimahi pada postingan sebelumnya. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat postingan tambahan. Berikut ini gambaran surat hasil keterangan hasil pemeriksaan laboratorium dari hasil tes urin yang kemudian hasilnya dikonsultasikan dengan dokter di Poli Kejiwaan.

Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Dari hasil konsultasi saya mendapatkan surat keterangan seperti pada gambar berikut, yang kemudian saya bawa ke bagian infokes untuk dicatat dan diberikan cap di bagian belakang lembaran suratnya.

Surat Keterangan Bebas Narkoba
Untuk Alamat lengkap Rumah Sakit di Bandung dan Cimahi yang saya tau mengeluarkan surat keterangan bebas narkoba diantaranya yaitu:
  1. Rumah Sakit Dustira, Cimahi (Rumah Sakit Swasta)
  2. Jl. Rumah Sakit No. 1, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia 
    (022) 6652156
  3. Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung (Rumah Sakit Pemerintah)
  4. Jl. Pasteur No. 38, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.
    (022) 2034953/57

    Semoga infonya bermanfaat :D

    Thursday, March 21, 2013

    Penipuan Melalui Telpon "Kecelakaan di Sekolah"

    Pagi kemarin ada sebuah kejadian yang membuat panik seisi rumah. Dimulai dengan adanya telpon dari seseorang yang mengaku sebagai guru adik saya yang paling kecil yang mengabarkan bahwa adik saya mengalami kecelakaan. Dia terjatuh di tangga sekolah dan kepalanya retak dan sekarang sedang berada di UGD RSHS dalam kondisi kritis. Saat itu, yang mengangkat telpon adalah ayah saya. Beliau yang mendengar kabar itu langsung panik. Orang tersebut meminta ayah saya untuk segera menghubungi dokter yang menangani adik saya. Ayah saya yang panik langsung berangkat menuju counter isi pulsa karena saat itu kehabisan pulsa. Dalam suasana panik itu, entah kenapa perasaan saya tetap tenang. Sambil memikirkan kejadian apa yang mungkin terjadi di sekolah adik saya sebenarnya sehingga mengakibatkan adik saya mengalami kecelakaan seperti itu. Akhirnya saya menemukan bayangan kejadian yang masuk akal yang memungkinkan adik saya mengalami hal itu. Adik saya kebetulan sekolah di salah satu sekolah menengah di Bandung yang memang melakukan sistem moving class. Jadi setiap pergantian pelajaran siswa akan berduyun-duyun untuk berpindah dari satu kelas ke kelas yang lain. Jadi saya berpikir mungkin saat moving class ini adik saya mengalami kecelakan. Barulah setelah memikirkan kemungkinan itu saya mulai merasa panik. Saat ayah saya keluar, orang yang mengaku guru adik saya itu terus menerus menelpon ke rumah. Bunyi suara dering telpon membuat saya malah semakin panik. Akhirnya saya mengangkat telpon. Akan tetapi saat saya mendengar suara orang itu. Saya merasakan ada sedikit keganjilan. Pasalnya saya merasa kenal dengar suara orang tersebut. Suaranya sama persis dengan orang yang menghubungi rumah saya sehari sebelumnya. Saya ingat dengan logat bicaranya yang agak batak. Alhamdulillah kemampuan voice recognition saya berarti cukup baik :p

    Jadi, sehari sebelumnya sempat ada orang yang menelpon ke rumah saya. Mengaku sebagai teman ayah saya, dia memberitahu bahwa namanya Budiman. Yang membuat saya percaya waktu itu dia tahu nama lengkap ayah saya. Akan tetapi saya agak curiga saat orang tersebut mulai menanyakan informasi tentang nama adik saya, sekolah adik saya, kemudian sekolah saya, dan tempat kerja ibu saya. Saya berpikir, loh katanya teman ayah saya tapi kok masih nanya-nanya informasi tentang hal tersebut. Saya sempat berkali-kali bertanya sebenarnya orang tersebut siapa dan akhirnya dia menjelaskan bahwa dia sempat diminta ayah saya untuk mencarikan kerja untuk anaknya. 

    Nah lanjut ke kejadian panik pagi itu. Saat saya yang menerima telpon beliau terus-menerus mendesak saya untuk segera menyuruh ayah saya menghubungi dokter yang katanya menangani adik saya itu untuk mengetahui kondisi adik saya. Kemudian dia menyebutkan No. Hp orang yang harus saya hubungi. Saya yang saat itu masih terbawa suasana panik. tambah panik saat diburu-buru untuk mencatat No. Hp orang tersebut. Orang itu mengatakan bahwa saya harus menghubungin No. HP 08568070983 a.n Bapak Sudirman. Terus saya tanya jadi No barusan itu no dokternya atau Bapak Sudirman? Kemudian orang itu mengatakan bahwa Bapak Budiman itu orang yang mengurus adik saya disana. Nah saya mulai ragu lagi. Masih dengan nada suara yang membuat panik orang itu terus mendesak saya atau ayah saya untuk segera menghubungi No tersebut sambil dengan nada suara orang yang menangis sedih. Sempat ada dalam pikiran saya. "Oh mungkin bapak ini merasa bersalah karena muridnya ada yang kecelakaan di lingkungan sekolah yang memang menjadi tanggung jawabnya." Akhirnya saya mengatakan iya ayah saya sedang menuju kesana dan sudah akan menghubungi No tersebut. Yang membuat saya kembali ragu lagi, wali kelas adik saya itu seorang perempuan. dan kalaupun memang ada kejadian seperti ini otomatis pasti wali kelas yang akan pertama kali mengabarkan kondisi adik saya itu. Tapi ya namanya sedang dalam kondisi panik kadang akal sehat jadi kurang bekerja.

    Dengan perasaan harap-harap cemas, saya menghubungi adik saya yang satu lagi dan Ibu saya, untuk mengabarkan semuanya. Anehnya saat saya menghubungi ibu saya beliau dengan suara yang sangat tenang menyarankan saya untuk menghubungi pihak sekolah terlebih dulu untuk memastikan semuanya. Padahal kemarin Ibu saya paniknya minta ampun saat adik saya belum juga pulang dari sekolah padahal hari itu sudah pukul setengah lima sore, padahal biasanya pukul 2 siang dia sudah berasa di rumah. Adik saya juga menyarankan untuk menghubungi pihak sekolah terlebih dahulu karena takutnya itu hanya penipuan. Kemudian saat ayah saya kembali beliau mengatakan bahwa orang yang bernama pak sudirman meminta untuk segera mentransferkan sejumlah uang untuk biaya tindakan adik saya dan untuk pembelian alat. Ayah saat sontak langsung marah-marah di telpon meminta kalau memang kritis ya sudah diurus dulu, masalah uang nanti bisa menyusul. Kemudian saya langsung menyampaikan kepada ayah saya untuk memastikan dulu ke pihak sekolah. dan jangan men-transfer uang dulu sebelum ada kepastian. Akhirnya dengan membawa uang untuk jaga-jaga, ayah saya berangkat ke sekolah untuk menanyakan kondisi adik saya. 

    Alhamdulillah setelah menemui pihak sekolah ternyata adik saya masih dalam kondisi sehat walafiat dan sedang belajar di kelasnya. 

    Saat saya mencoba searching di internet ternyata kejadian penipuan ini bukan kali pertama terjadi. Sudah banyak korban yang terperangkap pada modus penipuan ini. Seperti yang disampaikan sahabat saya yang bekerja sebagai guru di salah satu sekolah di Tangerang. Katanya disana sudah beberapa kali terjadi kejadian seperti itu. Anehnya orang tersebut hanya meminta uang sebesar 3 juta rupiah. Menurut saya nilai tersebut sangat kecil untuk effort sebesar itu. Kalo yang saya baca dari beberapa berita di internet kebanyak minta uangnya hingga belasan bahkan milyar rupiah :D Mungkin orang tersebut mempertimbangkan kemungkinan untuk transfer dengan permintaan uang yang tidak terlalu banyak peluangnya lebih besar jika dibandingkan dengan meminta uang dalam jumlah besar. Sudahlah...yang penting Alhamdulillah Allah masih melindungi kami sekeluarga...Wah...Ternyata saya ketinggalan informasi, saya pikir penipuan yang saat ini marak hanya modus minta pulsa melalui sms. 

    Pembelajaran yang didapat dari kejadian ini.
    1. Selalu waspada terhadap penelpon yang tidak dikenal dan jangan memberikan informasi apapun jika belum yakin orang tersebut siapa.
    2. Saat mendapat kabar seperti ini, jangan panik dan tetap tenang. Segera hubungi pihak sekolah untuk memastikan kebenaran kabar tersebut. Karena saat dalam kondisi panik orang seringkali kurang berpikir jernih.
    3. Saat menerima telpon usahakan alihkan jawaban dari jawaban "iya", karena dikhawatirkan terjadi hipnotis.
    4. Bila diminta untuk transfer sejumlah uang, dapat dipastikan itu adalah modus penipuan. Karena untuk melakukan suatu tindakan terhadap pasien biasanya pihak rumah sakit akan meminta persetujuan dari keluarga pasien dengan menyelesaikan beberapa persyaratan administrasi yang membutuhkan tanda tangan dari keluarga pasien. So...tidak ada alasan untuk transfer-transfer uang dimuka.

    Monday, October 29, 2012

    Belajar IELTS

    Sudah hampir satu bulan saya mengikuti program IELTS preparation di IEDUC, dan cukup banyak juga ilmu yang sudah saya dapat disana. Awalnya saya tidak tahu perbedaan mengenai TOEFL dan IELTS. Tapi setelah mengikuti kursus satu bula disana semakin jelas perbedaan keduanya. Pada tes TOEFL hanya dibutuhkan pemahaman mengenai Listening, Structure dan Reading, dan soal-soalnyanya hanya berupa pilihan ganda yang mungkin bisa saja kita hitung kancing untuk menjawabnya. Beda sekali dengan IELTS. Dalam IELTS kita dituntut lebih aktif dalam berbahasa Inggris. Nah...dalam IELTS sebenarnya ada dua tipe modul, tergantung kebutuhan kita. Ada Academic dan General Training. Tergantung kebutuhan kita masing-masing. Untuk yang membutuhkan kebutuhan spesifik misal dalam bidang kedokteran atau lainnya. Mungkin bisa mengambil modul Akademik. Karena setahu saya memang ada istilah-istilah Bahasa Inggris tertentu yang ada dalam suatu bidang studi (CMIIW).

    Dalam sesi listening, kita membutuh pengetahuan mengenai pengucapan dan penulisan kata dalam bahasa Inggris. Bahkan tutor saya meminta kami untuk berlatih spelling setiap hari dan membiasakan telinga kami dengan aksen British. Beberapa teman yang memang memiliki TV kabel atau menonton Film berbahasa Inggris tanpa subtitle mungkin banyak terbantu juga untuk sesi Listening. Setidaknya telinga mereka sudah akrab dengan pengucapan dan aksennya. Kita juga harus cermat karna untuk sesi Listening ini bentuk soalnya berupa soal isian, jadi jika salah penulisan kurang s/es misalnya itu saja sudah langsung salah. Dan harus benar-benar memperhatikan instruksi yang diberikan, karena masing-masing bagian memiliki instruksi yang berbeda.

    Untuk Sesi Reading, ada berbagai macam tipe soal. Misalnya ada yang meminta kita untuk menentukan heading dari suatu paragraf dengan memberikan beberapa pilihan jawaban. Tipe soalnya bisa dibilang seperti soal menjodohkan. Ada juga tipe soal untuk menentukan apakah kalimat tersebut True, False, atau Not given berdasarkan wacana yang diberikan. Selain itu, ada juga tipe soal isian yaitu melengkapi sebuah paragraf yang di dalamnya terdapat titik-titik yang harus dilengkapi dengan kata berdasarkan wacana yang diberikan, dan beberapa tipe lainnya.

    Nah kalau untuk Writting, kita akan diberikan dua buah tugas. Tugas pertama biasanya diminta untuk menuliskan deskripsi kita mengenai grafik, kurva, diagram, chart dan sebagainya dalam minimal 150 kata. dan untuk tugas yang kedua kita diminta untuk memberikan opini atau pendapat kita mengenai sebuah permasalahan serta menuliskannya dalam minimal 250 kata. Untuk sesi Writting ini kita harus banyak berlatih menulis dan membaca artikel-artikel yang memuat gambar, grafik, dan sebagainya yang serta memuat opini atau pendapat dalam bahasa Inggris tentunya.  

    Untuk sesi terakhir yaitu Speaking, akan ada tiga tipe pertanyaan. Diantaranya yaitu interview, cue card, dan diskusi. Untuk speaking sebenernya salah satu solusinya adalah banyak-banyak berlatih conversation saja sih dan memperkaya vocab dan grammar kita. Jangan lupa juga perhatikan inonasi dalam berbicara. Karena nanti saat tes sebenarnya kita akan berhadapan dengan examiner dari luar alias bule. Dan Percakapan kita akan direkam sehingga penilaiannya bukan pada saat itu. Tapi berdasarkan hasil rekaman tersebut. Kebayang kan kalau cara bicara kita datar tanpa intonasi (CMIIW).

    So...sudah jelaskan perbeda yang mencolok antara TOEFL dan IELTS. Setelah saya tarik kesimpulan dari kursus, sebenarnya modal kita untuk bisa fasih berbahasa Inggris ataupun sukses dalam tes-tes Bahasa Inggris ada dalam diri kita sendiri. Kuncinya adalah berlatih-berlatih dan berlatih. Karena dalam Bahasa yang dibutuhkan adalah keterampilan. Tidak cukup hanya dengan pengetahuan berupa teori. 

    Mulai targetan dengan:
    1. Banyak menonton Film, siaran berita atau tayangan berbahasa Inggris tanpa subtitle atau bisa juga dengan mendengarkan musik berbahasa Inggris Kemudian coba untuk menuliskan dialog atau liriknya. kalau untuk pilihan Film bisa coba Film Harry Potter dengan aksen Britishnya yang kental.
    2. Membaca Artikel berbahasa Inggris dengan cara diucapkan dan coba melakukannya dengan pengucapan bahasa Inggris yang tepat. Jika kebingungan dengan bagaimana cara pengucapannya coba buka translate om google disana ada fitur suara pengucapan berupa icon speaker.
    3. Berlatih menulis dalam bahasa Inggris, bisa mulai dengan menulis diary misalnya. Setidaknya untuk menambah perbendaharaan kata dan sedikit demi sedikit memperbaiki grammar kita. Baru kemudian coba untuk menuliskan deskripsi tentang sesuatu dan opini atau pendapat kita disertai dengan membaca contoh-contoh artikel yang memuat deskripsi dan opini.
    4. Coba melakukan percakapan sehari-hari dengan menggunakan bahasa Inggris bersama teman dekat kita. Atau bisa juga menjadikan satu hari sebagai hari berbahasa Inggris dimana kita tidak boleh menggunakan bahasa lain selain Bahasa Inggris. Nah dengan begitu kita bisa saling mengkoreksi kekurangan masing-masing.
    Wah..bikin tulisan ini juga jadi mengingatkan saya untuk segera berlatih dan mengalahkan rasa malas. Semangat!!! Jia You!!! Hwaiting!!!

    Friday, October 12, 2012

    Membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba

    Sudah lama sekali saya ingin membuat postingan tentang pembuatan surat keterangan bebas narkoba. Tapi apa daya rasa malas nampaknya lebih kuat menarik diri saya untuk tidak membuat postingan. Saat ini saya sedang disibukkan dengan kegiatan saya untuk melamar kerja (baca: sok sibuk). Saya baru tahu kalau ternyata di beberapa perusahaan ada yang memberikan persyaratan surat bebas narkoba juga. Wah...lumayan berat juga ya (berat di dompet maksudnya). 

    Alhasil mau tidak mau saya harus membuat surat keterangan tersebut. Saya sempat kebingungan juga mencari referensi tempat membuat surat keterangan bebas narkoba di daerah cimahi, kebetulan ini tempat domisili saya berada. Saya coba tanya ke beberapa teman ternyata tidak ada yang mengetahuinya. Akhirnya jalan satu-satunya ya tanya om google. Saya coba cari referensi tempat dan biaya yang paling murah diantara pilihan yang ada. Sebetulnya teman saya sempat mengatakan bahwa Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung juga  dapat mengeluarkan surat keterangan bebas narkoba, hanya saja biayanya mencapai 185rb kalo tidak salah (CMIIW). Setelah menelusuri mesin pencarian dapatlah informasi bahwa Polres Cimahi dapat mengeluarkan surat keterangan bebas narkoba. Akan tetapi mereka tidak memiliki lab untuk pemeriksaannya, sehingga pemeriksaan dilakukan di laboratorium seberang Polres. Setelah saya pikir-pikir lebih baik saya coba saja tes lab di Rumah Sakit supaya sekalian bisa minta surat keterangan sehat. Baru nanti pulangnya sekalian ke Polres untuk update SKCK.

    Akhirnya saya bergegas menuju Rumah Sakit Umum Cibabat. Disana saya menemui bagian informasi di Gedung C, akan tetapi ternyata RSU Cibabat tidak mengeluarkan surat keterangan bebas narkoba dan menyarankan saya untuk ke Rumah Sakit Dustira. Langsung saja saya meluncur ke RS. Dustira. Seperti biasa, saya parkir kendaraan di parkir timur. Lalu masuk untuk melakukan pendaftaran. Tapi karena saya tidak tahu prosedur pendaftaran untuk umum (biasanya nganter ibu daftar ASKES), saya coba datangi loket pendaftaran ASKES. Dari sana diarahkan untuk menuju Laboratorium yang letaknya di dekat parkir timur. Sayapun berjalan menuju Laboratorium di dekat parkir timur tersebut. Eh...setelah sampai disana ternyata untuk membuat surat bebas narkoba bukan disana tempatnya.  Saya diminta untuk menuju pintu masuk UGD dan menuju loket informasi. Tiba di loket informasi saya diminta melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Ealah...jadi disuruh kesana kesini gini. Mana saya tidak tahu letak pendaftaran umum dimana. Akhirnya saya kembali ke loket pendaftaran ASKES untuk meminta petunjuk. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Loket pedaftaran umum. dan ternyata letaknya tidak jauh dari pintu UGD. Baiklah itung-itung tur rumah sakit. Kemudian di meja informasi pendaftaran saya diminta mengisi form pendaftaran. Lalu menuju kasir. Hampir di setiap tempat yang saya singgahi menanyakan keperluan penggunaan surat keterangan bebas narkoba tersebut. Mungkin takut disalahgunakan atau semacamnya mungkin ya. Ternyata biaya yang harus saya keluarkan untuk pembuatan biaya surat keterangan bebas narkoba disana adalah 125rb. Saya merasa beruntung karena ternyata harganya masih jauh lebih murah jika dibandingkan saya membuatnya di tempat lain.

    Sesuai arahan saya menuju poli jiwa. Lho...Saya sempet kaget juga. Lah kok malah ke poli jiwa ya? Bagi saya yang awam tentang dunia medis, mendengar kata Poli Jiwa kesannya sudah negatif. Di bayangan saya yang terbesit adalah orang-orang yang terganggu kejiwaannya. Sayapun memberikan surat pengantar dari loket pendaftaran ke loket di Poli Jiwa. Saya melihat berkeliling. Apa yang salah ya sama orang-orang di sekeliling saya ini? Tampak tidak ada yang salah dengan mereka. Ada Bapak-Bapak tua, Ada Ibu-Ibu setengah baya, ada anak kecil, bahkan ada balita juga. Saya jadi penasaran Poli Jiwa itu menangani masalah apa saja sih? mungkin pikiran saya terlalu terkotak-kotak bahwa poli jiwa hanya khusus bagi orang yang mengalami gangguan kejiwaan alias mental. Tapi nampaknya sih bukan itu saja. Entahlah...

    Setelah menunggu giliran akhirnya tiba giliran saya. saya diminta untuk menampung urine di sebuah wadah seukuran tempat agar. Lebih tepatnya sih memang tempat agar. Saya kira urine tersebut akan dibawa ke lab untuk dites. Tapi ternyata tidak. Mereka cukup mengetesnya diruangan pemeriksaan pasien. nampaknya menggunakan alat sederhana. Mungkin hanya meneteskan sampel urine pada kertas kemudian ditambahkan suatu larutan yang bisa menunjukkan keberadaan zat adiktif, salah duanya amphetamin (AMP) dan morphin (MORP). Saya agak deg-degan juga sih takut-takut hasilnya positif. Karena bukan tidak mungkin kita gagal tes bebas narkoba. Salah satu teman saya sempat bilang temannya sempat gagal tes bebas narkoba karena ditemukan zat adiktif di urine nya yang ternyata itu akibat dari obat yang diminumnya beberapa hari itu karena dia memang sedang sakit, dan obat tersebut mengandung obat tidur. 

    Akhirnya tidak lama kemudian hasilnya keluar saya diminta menemui dokter di dalam ruangan untuk mengkonsultasikan hasilnya. Ada beberapa koas disana. :D Saya suka agak segan sebetulnya kalo periksa tapi banyak koas yang melihat. Merasa agak kuras privasi untuk curhat tentang keluhan penyakit misalnya. Tapi untungnya hari itu koas nya tidak ikut masuk. Mungkin mereka memang hanya melihat kasus-kasus yang penting yang perlu dipelajari lebih dalam. Dan Alhamdulillah hasilnya negatif. Saya bisa sedikit bernafas lega. Sayapun langsung keluar ruang pemeriksaan dengan menggenggam selembar kertas surat keterangan bebas narkoba dari dokter. Kemudian dibubuhi cap di loket poli jiwa. baru kemudian ke bagian infokes untuk diberi cap dan semacam dicatat berita acaranya (halah..apa ya istilahnya? Pokonya itulah).

    Tanpa berpikir panjang saya langsung pergi menuju parkir timur untuk bergegas menuju Polres Cimahi. Tapi kok dipikir-pikir saya kok gak minta salinannya ya? Hadeuh...masa 1 lembar 125rb. Ya sudahlah kita coba di Polres siapa tau mereka mau membuatkan surat keterangan bebas narkoba dengan menggunakan hasil lab di luar. 

    Setibanya di Polres, saya langsung memperbaharui SKCK saya. Sekalian menanyakan tentang pembuatan surat bebas narkoba. Dan...dan...dan ternyata di Polres bisa membuat surat keterangan bebas narkoba dengan biaya 100rb plus legalisirannya. (hiks...nangis darah) dan yang lebih mirisnya lagi kita tidak bisa meminta surat bebas narkoba dengan surat keterangan hasil lab dari luar karena sudah sepaket katanya. Baiklah mungkin saya kurang sedekah. Jadi pembelajaran saja setidaknya sekarang saya sudah paham prosedurnya. Semoga infonya bermanfaat. Maaf kalo postingannya terlalu kepanjangan dan berbelit-belit :D

    Monday, April 30, 2012

    Movie: Boys Don't Cry

    Baru-baru ini saya baru saja menonton salah satu film yang berjudul Boys Don't Cry. Keinginan untuk menonton film ini sebenarnya berawal dari tekad saya untuk menonton film berbahasa Inggris tanpa teks demi bisa lancar berbahasa Inggris. Seperti yang kalian tau di postingan saya sebelumnya tentang Jadi LO Panikan bahasa Inggris saya bisa dibilang di bawah rata-rata, kepercayaan diri untuk bicara saja rasanya masih sangat kurang. Balik lagi ke topik bahasan :D  Selain itu saya agak penasaran juga dengan istilah transgender female to male (Ftm). Kebetulan rata-rata filmnya merupakan film dokumenter. Sejalan dengan niat saya untuk mengikuti lomba pembuatan film dokumenter. Sehingga rasa penasaran dan tekad saya itu membawa saya pada film ini.
    Film Boys Don't Cry ini sebenarnya film yang sudah cukup lama dirilis tahun 1999 di Amerika. Film ini bergenre drama romantis yang dibumbui dengan adegan kekerasan dan tindakkan kriminal. Kisahnya diangkat dari kisah nyata seorang transgender asal Nebraska, USA yang bernama Teena Brandon (diperankan oleh Hilary Swank). Brandon secara biologis terlahir sebagai perempuan yang teridentifikasi sebagai pria. 

    Boys Don't Cry
     Kisahnya berawal dari Brandon yang diketahui secara anatomis perempuan oleh saudara laki-laki perempuan yang dikencaninya dan kemudian mengalami ancaman fisik. Sampai akhirnya ia terlibat dalam perkelahian di bar dan  diusir dari rumah sepupunya. Kemudian Brandon pindah ke Falls City, Nebraska. Disana dia menjalin pertemanan dengan mantan narapidana John Lotter (Peter Sarsgaard) dan Tom Nissen (Brendan Sexton III), dan teman-teman mereka Candace (Alicia Goranson) dan Lana Tisdel (Chloe Sevigny) tanpa ada yang mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Selama di Falls City, Brandon tinggal bersama Candace. Brandon terlibat hubungan asmara dengan Lana yang tidak mengetahui jenis kelamin biologis dan masalah di masa lalunya.  
    Suatu ketika Brandon bersama teman-temannya itu pergi menuju tempat mereka bekerja, akan tetapi di perjalanan Brandon terlibat aksi kejar-kejaran mobil yang mengakibatkan dia terkena tilang dari polisi setempat. Sehingga Brandon harus dipenjara. Saat dipenjara Lana bertanya mengenai keberadaan Brandon di penjara perempuan dan Brandon akhirnya menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya terlahir sebagai hermaprodit dan akan segera melakukan perubahan kelamin. Walaupun begitu Lana tetap bisa menerima Brandon apa adanya. 
    Masalah muncul kembali saat Candace mendapati bekas pembalut yang ada di kamar Brandon dan kemudian memberitahukannya kepada Ibu Lana dan John serta Tom. Kecurigaan mereka ditambah lagi dengan artikel di koran yang ada kaitannya Brandon berdasarkan nama lahirnya, Teena Brandon. Kemudian John dan Tom berusaha membuktikan kecurigaan mereka dengan menyuruh Lana untuk memeriksanya. Namun Lana menutup-nutupi apa yang diketahuinya. Sehingga John dan Tom menyeret Brandon ke kamar mandi dan memeriksa sendiri secara paksa. 
    Setelah kejadian itu John dan Tom terus mengejar Brandon hingga ke lokasi terpencil dan kemudian memukuli serta memperkosanya.  Brandon kemudian dibawa ke sebuah rumah disana dia diancam untuk tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Brandon berhasil kabur melalui jendela yang berada di kamar mandi rumah tersebut dan mendatangi rumah Lana. Lana yang melihat Brandon tertekan membawanya ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian tersebut. 
    Brandon kemudian bersembunyi di gudang milik Candace. John dan Tom yang berada dalam keadaan mabuk berencana untuk membunuh Brandon dengan mendatangi rumah Candace. Lana berusaha untuk mencegahnya. Akan tetapi usahanya sia-sia. John dan Tom mendobrak masuk ke rumah Candace. Karena takut terjadi sesuatu dengan Lana dan Candace, Brandon yang sebelumnya bersembunyi di gudang kemudian mengejar John dan Tom yang masuk ke rumah Candace. Akhirnya John dan Tom menyarangkan tembakan ke tubuh Candace dan Brandon. Tadinya Tom berusaha menembak Lana juga namun usahanya digagalkan oleh John. Akhirnya mereka pergi meninggalkan Lana yang terbaring diatas tubuh Brandon yang sudah tidak bernyawa. Keesokan harinya Lana terbangun di atas tubuh Brandon dan Ibunya membawa Lana pergi dari tempat itu. 
    Cerita ini memberikan kesan yang sungguh dramatis ditambah lagi dengan akting para pemerannya yang benar-benar total.  Bahkan para pemerannya dan filmnya sendiri sampai berhasil mendapatkan beberapa penghargaan.
    Dari cerita ini saya baru menyadari bahwa di luar sana ada kehidupan seperti Brandon ini, seorang transgender. Untuk transgender male to female saya sudah beberapa kali mendengar, akan tetapi untuk female to male ini rasanya baru sekarang-sekarang ini saya mendengarnya. Saya hanya tau perempuan yang berpenampilan tomboi, akan tetapi tidak sampai melakukan perubahan terhadap fisiknya. Tidak hanya Brandon, ada juga Scott Turner Schofield, seorang performer dan juga pembicara mengenai isu-isu transgender dan Lucas Petter Wilson atau dikenal sebagai Twinfools, seorang cosplayer asal Canada yang dengan berani mengambil keputusan untuk melakukan transgender tersebut di tengah pro kontra di masyarakat khususnya ditinjau dari segi agama.

    Monday, April 2, 2012

    Sleep Song by Secret Garden

    Subhanallah...
    it's a beautiful and nice song that contain do'a for the baby.
    It's dedicated for all mother going to be.
    Hopefully i'll be the one soon.


    Saturday, March 31, 2012

    Semua Berawal dari Mimpi (Part I)

    Semuanya berawal dari mimpi. Bahkan persahabatan yang kita bangun semakin berkembang karena keberadaan mimpi kita. Saya selalu ingat dengan kata-kata salah seorang dosen saya saat membimbing saya kuliah. Beliau selalu mendorong kami para mahasiswa untuk selalu bermimpi. Beliau mengatakan "Untuk apa takut bermimpi? Lagian kan mimpi tuh gratis. Masa yang gratis aja gak dimanfaatin." Ya kurang lebih itulah kata-kata beliau. Mungkin saya memang tipe orang yang belum memiliki semangat sekuat baja. Pastinya seseorang yang ingin mewujudkan sesuatu dalam kehidupannya tidak terlepas dari batu sandungan besar dalam hidupnya. Bahkan tidak jarang yang menyerah di tengah jalan saat dia berjuang meraih mimpinya. Semoga saja saya bisa menjadi bagian dari mereka yang terus mampu mengobarkan semangat untuk meraih semua mimpi.
    Selanjutnya saya ingin menceritakan sedikit mengenai perjuangan saya dengan salah satu sahabat terbaik saya yang selalu memotivasi saya dan memberikan energi positif ke dalam diri saya. kami memulai persahatan kami semenjak duduk di bangku kuliah. Semenjak dulu saya mengenalnya dia memang sosok yang cerdas dan selalu semangat. Kami lulus bersama saat kuliah S1 dulu. Kemudian mulai berjuang dengan takdir kami masing-masing, yang sebetulnya belum jauh berbeda. Kami bekerja sebagai pengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar di kota kami Bandung. Hanya saja yang membedakan adalah jenjang pendidikan yang kami ajar dan unit tempat kami mengajar. Dan sahabat saya ini dia sudah lebih lama bekerja disana dibandingkan dengan saya yang baru masuk saat mendekat ujian sidang. Dengan niatan agar megantisipasi menjadi pengangguran saat lulus kuliah.  Setelah melewati masa kerja disana cukup lama, Kami sempat sharing dan mulai merasa bahwa kami tidak berkembang dan sepertinya kecil kemungkinan kami untuk berkembang disana. Jujur saya mulai merasa tidak nyaman setelah 1 tahun bekerja disana. Mungkin karena saya merasa pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan kepribadian saya. Saya merasa bahwa saya mampu untuk lebih dari saat itu. Selain itu juga kepribadian saya yang cukup bebas dan berjiwa pemimpin (narsis dikit :p) membuat saya tidak betah berada di bawah perintah orang lain dan pekerjaan yang hanya di batasin oleh sekat-sekat ruangan berukuran tidak terlalu besar. 
    Sebenarnya saya punya mimpi untuk melanjutkan kuliah S2 saat itu. Tapi mimpi tersebut harus saya tunda karena orang tua tidak bisa membiayai kuliah S2 saya dengan alasan saya sudah cukup dewasa untuk mengatur kehidupan saya sendiri dan tugas orang tua untuk menyekolahkan dirasa sudah cukup. Saat sharing dengan sahabat saya itulah. Akhirnya semangat saya untuk S2 kembali terkembang. Dia mengusulkan untuk mencari beasiswa. Ternyata mata saya sudah tertutup selama itu. Padahal di luar sana kesempatan di luar sana untuk kuliah itu terbuka sangat lebar. Tinggal usaha kita saja untuk mendapatkannya. Bahkan kalau ada orang yang memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan hanya untuk alasan ketersediaan biaya. Menurut saya itu alasan yang klasik. Karena di jaman informasi yang berkembang pesat seperti saat ini semua permasalahan tersebut pasti bisa diatasi. Tinggal kita punyai kemampuan dan kemauan atau tidak. 
    Akhirnya dengan niat sekuat baja saya dan sahabat saya itu berhasil mendapatkan bantuan dana beasiswa untuk melanjutkan kuliah kami. Bahkan sahabat saya yang mendapatkan beasiswa di UNPAD merasa belum cukup puas dengan apa yang diperolehnya. Karena impian dia selama ini adalah untuk kuliah di ITB. Untuk itu dia mengambil kuliah di dua universitas tersebut secara pararel. Subhanallah....sepertinya mantera Man Jadda Wajada memang tidak berlebihan. Karena Allah pun akan melihat kesungguhan dari hambanya yang berusaha. Walaupun saat itu kondisinya untuk kuliah di ITB, sahabat saya itu belum mendapatkan beasiswa.Tapi ingat selalu bahwa setiap ada kemauan disitu pasti ada jalan. Tidak lama setelah mulai perkuliahan teman saya tersebut mendapat bantuan beasiswa juga untuk keduanya. Dan kami masih punya banyak mimpi saat ini yaitu untuk menginjakkan kaki di benua Eropa. Bahkan karena begitu kuatnya keinginan teman saya itu, dia berusaha untuk mencari berbagai kemungkinan untuk pergi ke Eropa. Gagal di kesempatan untuk double degree, lanjut dengan kesempatan student exchange, dan mencoba juga pertukaran pelajar antar negara. Akhirnya berkat kesungguhannya, sebentar lagi mimpinya akan terwujud. Dia mendapat kesempatan untuk melakukan student exchange ke Belgia selama 9 bulan. Subhanallah...Semoga tidak lama lagi saya juga bisa menyusul dia ke Eropa. "Sahabatku kita reuni di Eropa ya." 
    Europe

    Semoga apa yang saya tulis bisa menginspirasi teman-teman pembaca. Ingatlah bahwa kita punya mimpi dan jangan biarkan mimpi itu hanya akan menjadi sebuah mimpi. Do'akan saya juga ya semoga bisa mewujudkan semua mimpi-mimpi saya juga.

    Tuesday, February 21, 2012

    Instalasi Quicktime Pro Secara Gratis

    Udah lama juga nih gak posting. Kebeneran sekarang saya lagi punya ide untuk berbagi sedikit pengalaman saya saat akan menambahkan video ke dalam unity 3D. Saat ini saya sedang mencoba menyelesaikan proyek tugas akhir saya mengenai pembuatan simulasi di bidang kesehatan. kebetulan game engine yang saya gunakan adalah unity 3D. Dalam simulasi ini saya merencanakan akan menambahkan video animasi sebagai bagian dari tutorial simulasinya sendiri. Akan tetapi saat saya mencoba untuk memasukkan video, ternyata unity meminta instalasi quicktime untuk mengimport video. Permasalahannya untuk mengimport video dibutuhkan quicktime pro dan quicktime yang pro ini tidak gratis. Tapi untungnya saya menemukan tutorial untuk mendapatkan quicktime pro ini secara gratis. Berikut ini langkah-langkah secara detailnya.
    1. download terlebih dahulu quicktime-nya disini.
    2. lakukan instalasi QuickTimeInstaller.
    3. setelah proses instalasi selesai buka quicktime player sehingga muncul tampilan seperti di bawah ini.

    Tampilan Quicktime Player


     saat dibuka coba cek menu item pada bagian file dan yang lainnya. pasti masih banyak yang belum bisa digunakan alias disable dan hanya untuk pro. maka untuk mengubahnya menjadi enable lanjutkan tutorialnya ya :)

    4. kemudian pilih edit-> Preferences -> Register

    Registrasi Quicktime Pro


     5. isi registrasinya sesuai dengan jenis komputer :

    untuk pengguna windows gunakan:
    Registered To : ViRiLiTy
    Registration Code : N23R-E2YU-Y7HV-7Q8W-TCMT

    atau
    Registered To : CORE MAFIA
    Registration Code : DFXY-5TJN-HU3N-DQXF-WDQ3

    atau
    Registered To : Dawn M Fredette
    Registration Code : 4UJ2-5NLF-HFFA-9JW3-X2KV

    untuk pengguna Mac gunakan:

    Registered To : Pablo/nop
    Registration Code : SMH2-6F4K-8SK9-ST5W-QKU3

    Quicktime Pro Teregistrasi

    6. setelah registrasinya diisi, klik OK. 
    dan TARRA.... quicktime sudah berubah menjadi versi pro.  dan secara otomatis penambahan import video di unity juga berhasil.
    Selamat mencoba :)

    Referensi:

    Tuesday, December 6, 2011

    Ditodong Ibu-Ibu di ATM

    Barusan saya baru saja pulang dari ATM yang letaknya tak jauh dari rumah saya untuk mentransfer sejumlah uang ke beberapa rekening rekan-rekan pengajar di lembaga privat yang saya dan teman-teman saya rintis. Sewaktu saya akan keluar dari ruangan ATM tersebut tiba-tiba ada seorang ibu muda yang sedang hamil menodong saya di depan pintu keluar. Eits...jangan salah paham dulu. Maksudnya ditodong disini, tiba-tiba si ibu minta bantuan saya untuk membantu dia betransaksi di ATM tersebut. Tepat di belakang ibu itu ada dua orang lelaki muda yang tiba-tiba masuk. Saya kira dua lelaki itu satu rombongan dengan si Ibu. Ternyata mereka akan menggunakan ATM disitu juga. Karena di dalam ruang ATM tersebut terdapat dua buah mesin ATM, yang satu untuk penarikan nominal 100 ribu dan satu lagi 50 ribu. Sambil setengah pikir-pikir akhirnya saya membantu ibu tersebut. Dengan perasaan setengah tidak tenang karena sudah tertera pada setiap ATM bahwa kita tidak diperbolehkan untuk meminta bantuan dari orang lain terlebih yang tidak kita kenal. Saya takut dikira akan menipu si Ibu atau bisa saja saya yang ditipu mereka. Kayaknya jadi parno gitu. Tapi saya agak kasian juga pada Ibu itu, masalahnya si ibu bilang "Saya lupa lagi caranya". Baiklah karena saya memang tidak punya niat buruk apa-apa dan ingin berniat baik. Akhirnya saya membantu si Ibu. Saya membimbing si Ibu menggunakan ATM tersebut dari awal sampai akhir. Si Ibu tersebut melakukan transaksi penarikan. Saat seluruh transaksi selesai Si Ibu nampak panik, mungkin saat tadi melihat saya bertransaksi ada struk yang keluar dari mesin ATM tapi pas dia yang pakai tidak ada struk yang keluar. Akhirnya untuk menenangkan si Ibu saya minta si Ibu untuk mencoba mengecek kembali uang yang ada di rekeningnya. Dan si Ibu akhirnya manggut-manggut dan mengucapkan terima kasih. Saya, Ibu itu, dan dua lelaki muda tadi keluar berbarengan. Untunglah tidak terjadi sesuatu apapun yang tidak diinginkan disana.
    Wah agak riskan juga ya ternyata penggunaan ATM tersebut. Terlebih bagi mereka yang masih kurang pemahamannya dalam menggunakan mesin ATM. Selain itu diperlukan juga kewaspaan kita terhadap orang asing yang tidak kita kenal. Bisa saja kalau orang jahat mungkin bisa melihat no. PIN yang kita miliki terus kemudian mengambil kartu ATM kita. Posisi ATM yang berada di kawasan sepi, membuat penggunaan ATM menurut saya menjadi kurang aman (perasaan kurang aman). Pada intinya kewaspadaan itu penting dimanapun kita berada. :)

    Sunday, May 15, 2011

    Beasiswa S2 Teknik Elektro ITB 2011

    DIBUKA PENDAFTARAN GELOMBANG I 2011/2012 SELEKSI MAHASISWA PROGRAM MAGISTER TEKNIK ELEKTRO BIDANG KHUSUS TEKNOLOGI MEDIA DIGITAL DAN GAME – STEI – ITB DENGANPERSYARATAN SBB.

    1. Latar Belakang Pendidikan Sarjana Teknik, Sarjana MIPA danSarjana Pendidikan Bidang Teknik dengan IPK > 2,75 (Untuk Beasiswa Unggulan IPK > 3,25)
    2. Fotokopi Ijasah Tingkat Sarjana yang telah dilegalisir.
    3. Fotokopi Transkrip Akademik Tingkat Sarjana yang telahdilegalisir.
    4. Memiliki Score English Language Profiency Test (ELPT) mininmal 80 (Untuk beasiswa Unggulan ELPT > 93)
    5. Memiliki Score Potensi Akademik dari Oto Bappenas (TPA)500
    6. Surat Keterangan Sehat dari dokter.
    7. Surat Ijin dan Rekomendasi atasan bagi calon yang diusulkanoleh instansi.
    Informasi pendaftaran dan tes :
    1. Tempat Seleksi : Gedung Labtek VIII Lantai 2 – ITBJln. Ganesa No. 10 Bandung
    2. Tanggal :15 dan 16 Juli 2011
    3. Waktu : Pkl 08.00 - selesai
    4. Biaya : Rp 675.000 dengan perincian sbb :
    • Biaya pendaftaran Rp 350.000
    • Biaya Tes ELPT Rp 75.000
    • Biaya TPA Rp 250.000

    Tanggal 15 Juli 2011 pkl 08.00 – 11.00 ==> Tes Materi
    Tanggal 15 Juli 2011 pkl 13.00 – 16.00 ==> ELPT
    Tanggal 16 Juli 2011 pkl 08.00 – 13.00 ==> Tes TPA
    Tanggal 16 Juli 2011 pkl 13.00 – selesai ==> Wawancara

    Biaya Seleksi dibayar selambat-lambatnya tanggal 9 Juli 2011
    Via Bank BNI Rekening BNI Cabang ITB Bandung No 0074112357 a.n. Adis Suwardi QQ Yati Suyati : Dengan bukti pembayaran di-fax ke 022-2534217

    Skema Beasiswa berasal dari kerjasama :
    1. DIKNAS – BPKLN
    2. SEAMOLEC

    Informasi lebih lanjut:
    Adis Suwardi (adis@lskk.ee.itb.ac.id)
    Yati Suyati (yati@lskk.ee.itb.ac.id)
    Aca Sutardi (aca@lskk.ee.itb.ac.id)
    Lab. Sistem Kendali dan Komputer
    Sekolah Teknik ELektro & Informatika
    Institut Teknologi Bandung
    Tel:              +62-22-2500960            
    Fax: +62-22-2534217