Showing posts with label isu. Show all posts
Showing posts with label isu. Show all posts

Tuesday, April 28, 2020

Tutorial Penggunaan Aplikasi Zoom di Handphone

Di masa pandemik seperti sekarang aplikasi video conference atau video meeting sudah bukan menjadi sesuatu yang asing lagi. Kita akhirnya secara tidak langsung "dipaksa" oleh keadaan untuk lebih melek terhadap aplikasi semacam ini. Saya masih ingat beberapa bulan ke belakang sebelum kebijakan Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH) diberlakukan, beberapa kali saya dan institusi saya mengadakan acara webinar dengan aplikasi Zoom banyak orang yang masih belum familiar. Saat itu banyak yang masih bertanya dimana tempat pelaksanaan webinarnya? padahal sudah jelas webinar itu berarti web seminar. Bahkan sampai kami mencantumkan keterangan "Full Online Seminar" pada bagian poster yang disebarkan, tapi ya masih saja ada yang bertanya bahkan saat pelaksaan tiba-tiba datang ke kantor menanyakan lokasi kegiatan seminar. 

Kalau kita perhatikan sekarang bisa dilihat hampir semua orang sudah akrab dengan aplikasi semacam Zoom ini, bahkan saya perhatikan beberapa play group atau TK banyak yang menyelenggarakan kegiatan belajarnya melalui aplikasi ini yang notabene pesertanya adalah anak-anak kecil. Walaupun ya tentu dengan pendampingan dari orang tua. Meskipun sebelumnya sempat diterpa isu keamanan sebetulnya permasalahan keamanan Zoom ini sudah coba dijawab oleh Pak Onno W. Purbo sebagai salah seorang pakar IT. Sehingga ya kita bisa agak sedikit tenang walaupun perlu tetap waspada. Jawaban Pak Onno terkait permasalahan keamanan Zoom dapat dilihat pada video berikut.


Jadi untuk masalah keamanan sebaiknya kita melakukan upgrade aplikasi Zoom ke versi terbaru, pastikan untuk mengaktifkan fitur "Enable Waiting Room", dan tambahkan password meeting. Sekarang saya mau berbagi sedikit cara hosting yaitu istilah untuk penyelenggaraan meeting dengan menggunakan handphone. Yuk mari kita simak.

Menjadwalkan Meeting
1. Buat akun Zoom dan download aplikasi Zoom untuk perangkat kalian melalui tautan https://zoom.us/
2. Buka aplikasi Zoom yang sudah terinstall di perangkat handphone anda. Masuk dengan menggunakan akun anda yang sudah terdaftar. 
3. Kemudian setelah masuk akan muncul tampilan seperti berikut.


Tampilan awal aplikasi Zoom di Handphone
4. Untuk memulai pertemuan sebaiknya dilakukan penjadwalan terlebih dahulu agar link undangan dapat disebar ke narasumber dan mahasiswa. Pembuatan jadwal dilakukan dengan meng-klik icon “Schedule”.

Fitur Aplikasi Zoom
5. Setelah di-klik akan muncul tampilan berikut.

Tampilan Schedule Meeting
Pengaturan Lainnya Saat Penjadwalan Meeting
Pastikan beberapa pengaturan seperti berikut
- Isi Topik/Tema/Judul kegiatan rapat/kuliah/meeting
- Starts: tentukan waktu dimulainya pelaksanaan meeting
- Duration: tentukan perkiraan durasi waktu kegiatan
- Time Zone: sesuaikan dengan waktu setempat
- Repeat: pengaturan apabila jadwal yang dibuat ini akan dilakukan lagi di waktu yang akan datang
- Calender: untuk mengatur penjadwalan meeting, nanti kalian akan di arahkan ke google calender atau microsoft outlook
- Use Personal Meeting ID: apabila akan menggunakan meeting ID kalian
- Required Meeting Personal: sebaiknya diaktifkan demi alasan keamanan
- Host Video on: Jika kalian ingin video kalian langsung aktif saat bergabung ke meeting.
- Participant Video on: Jika kalian ingin video peserta meeting langsung aktif saat bergabung ke meeting.
- Audio Option: dapat disesuaikan dengan perangkat yang kalian miliki.
- Enable Waiting Room: sebaiknya diaktifkan sehingga kalian bisa menyaring siapa saja yang dapat bergabung ke dalam meeting.
- Allow Join Before Host: dapat disesuaikan dengan kebutuhan
- Automatically Record Meeting: fitur ini dapat diaktifka jika kalian ingin merekam kegiatan meeting secara otomatis.
Record Location: penyimpanan hasil rekaman dapat dilakukan di Cloud atau di Local komputer tetapi sebaiknya gunakan penyimpanan cloud untuk menghindari beban data.
Alternative Host: dapat disesuaikan denga kebutuhan.

6. Kemudian klik “Done”.
7. Anda dapat melihat jadwal kelas/rapat/pertemuan yang telah dibuat dengan mengklik tombol “Meetings” seperti pada gambar berikut. Anda juga dapat mengubah (edit), menghapus, dan memulai kelas di halaman ini.

Melihat Jadwal Meeting yang Telah Dibuat
8. Sebelum memulai kelas/rapat/pertemuan pastikan anda telah mengirimkan undangan ke narasumber dan mahasiswa atau peserta rapat dengan cara meng-klik jadwal yang telah dibuat yang akan dishare tautannya. Kemudian klik “Add invitees” seperti terlihat pada gambar berikut.

Fitur Membagikan Undangan Meeting

9. Selanjutnya akan muncul pilihan pengiriman tautan undangan. Untuk mengirim melalui Whatsapps atau email pilih “Copy to Clipboard”. Kemudian bagikan.

Copy Undangan Meeting

Pelaksanaan Meeting
1. Untuk memulai kelas/rapat/pertemuan, klik “Start” pada salah satu kelas/rapat/pertemuan yang telah dijadwalkan.

Memulai Meeting
2. Setelah klik “Start” akan muncul pilihan penggunaan audio. Pilih “Call using internet audio”.

Pilihan Join Audio
3. Maka kelas dapat dimulai. Saat awal kelas dimulai pastikan anda “mute” audio seluruh participant dengan cara klik icon “Participants”.

Fitur Saat Pelaksanaan Meeting
4. Selanjutnya akan muncul daftar nama pasrticipant yang telah bergabung dalam kelas/meeting anda. Kemudian klik “Mute All”.

Fitur Mute All
5. Kemudian akan muncul pop up seperti berikut. Matikan pilihan “Allow participants unmute themselves” untuk menghindari noise saat perkuliahan berlangsung. Lalu klik “Mute All”.

Fitur Mute All
6. Selanjutnya anda sebagai host harus memastikan untuk mengunmute narasumber/dosen. Dengan cara pada list pasticipants klik nama dosen, maka akan muncul tampilan berikut. Kemudian pilih “Unmute Audio”.
Unmute Audio
Sekian tutorial singkat pelaksanaan meeting dengan aplikasi Zoom menggunakan Zoom. Semoga bermanfaat. 

Monday, April 27, 2020

Aplikasi Video Conference untuk Bekerja dan Belajar dari Rumah

Pandemik corona saat ini telah mengubah hampir seluruh tatanan hidup kita. Bumi seolah meminta waktu untuk memulihkan dirinya selama masa pandemik ini. Buktinya dengan himbauan "stay at home" alias "diam di rumah", langit Jakarta yang tadinya penuh polusi jadi biru lagi, lubang ozon yang tadinya sudah makin menganga lebar kini mulai tertutup. Mungkin ini yang dinamakan "Blessing in disguise". OK cukup pengantarnya. Saya mau agak fokus sedikit ke kegiatan stay at home-nya. Di Indonesia sendiri kasus corona pertama baru mulai diumumkan ke publik pada bulan Februari 2020 lalu, kemudian baru sekitar minggu ketiga bulan Maret kemarin pemerintah memberikan himbauan untuk melakukan "Work from home (WFH)" dan "School from home (SFH)" demi memutus rantai penularan virus ini. 
Kegiatan perkuliahan dan sekolah hampir seluruhnya beralih ke pembelajaran daring. Guru dan Dosen dituntut untuk sekreatif mungkin mengubah metode pembelajaran di kelas menjadi pembelajaran daring. Sebetulnya sudah ada banyak sekali pilihan teknologi yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pertemuan tatap muka di kelas, dari mulai Learning Management System (LMS) hingga aplikasi video conference. Aplikasi video conference yang dapat dimanfaatkan, diantaranya Microsoft Teams, Google Classroom, Google Meeting, Skype, Zoom, dan lain-lain. Kemudian apa perbedaan dari aplikasi-aplikasi ini? Mana yang paling tepat digunakan untuk pembelajaran? Kali ini saya akan coba membandingkan tiga jenis aplikasi yang paling sering saya gunakan dan cukup populer digunakan saat ini. Aplikasi tersebut adalah Microsoft Teams, Google Meeting, dan Zoom.

Microsoft Teams
Microsoft Teams ini merupakan salah satu produk yang diluncurkan oleh Microsoft yang terintegrasi dengan Office 365. Aplikasi Teams ini tidak hanya menyediakan fitur video conference atau video meetings saja, tetapi juga dilengkapi dengan fitur-fitur kolaborasi lainnya seperti chat, penyimpanan file dan aplikasi integrasi lainnya. Kendala yang cukup sering kita hadapi saat menggunakan MT ini adalah saat proses log in karena harus menggunakan SSO dari intitusi kita. Aplikasi MT ini mampu mengakomodasi hingga 250 peserta dalam satu kali kegiatan meeting dengan durasi waktu maksimal 4 jam.

Google Meeting
Aplikasi video conference atau video meeting lainnya yang dapat kalian gunakan yaitu google meeting. aplikasi ini cukup mudah digunakan akan tetapi tidak semua pemilik akun google dapat berperan sebagai penyelenggara meeting. Untuk menyelenggarakan meeting dengan aplikasi ini kita perlu memiliki akun universitas atau instansi yang telah terintegrasi dengan google atau mendaftar akun google suite. Aplikasi ini mampu mengakomodir hingga 100 peserta. Aplikasi google meeting ini dapat menjadi alternatif pilihan aplikasi video conference yang paling ramah bandwith jika dibandingkan dengan dua aplikasi lainnya. Selain itu aplikasi ini juga sudah terintegrasi dengan google classrom sehingga guru atau dosen dapat juga sekaligus mengelola kelas daringnya.

Zoom 
Aplikasi satu ini merupakan aplikasi yang paling sering saya gunakan dan sepertinya paling populer juga saat ini. Aplikasi Zoom ini cukup populer karena aplikasi ini sangat user friendly, kita tidak memerlukan keahlian khusus untuk mengunakan aplikasi ini. Ada banyak fitur yang disediakan oleh aplikasi Zoom diantaranya fitur video conference, chat, sharing file, virtual background, dan breakout room. Fitur breakout room yang disediakan oleh aplikasi ini memungkinkan host untuk menyelenggarakan beberapa sesi dalam satu kali meeting. Jumlah peserta yang dapat diakomodasi oleh aplikasi Zoom ini berbeda-beda tergantung dari jenis akun yang kita miliki. Aplikasi Zoom menyediakan beberapa pilihan akun dari mulai yang free (basic) hingga versi enterprise. Untuk akun basic, host dapat menyelenggarakan meeting dengan total peserta hingga 50 orang dengan durasi waktu maksimal 40 menit, sedangkan versi enterprise nya dapat mengakomodasi hingga 300 peserta dengan durasi waktu yang tak terbatas. Sayangnya ada isu keamanan yang sempat mencuat terkait penggunaan akun Zoom ini, seperti contohnya kasus Zoom Boombing yang sempat heboh belakangan ini. 

Berdasarkan perbandingan tersebut maka pilihan penggunaan video conference dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Dalam situasi pandemik ini sebetulnya pemanfaatan video conference ini seharusnya menjadi pilihan terakhir jika memang pemanfaatan aplikasi lain tidak dapat mengakomodir kegiatan pembelajaran daring, karena pemanfaatan video conference ini bukan tanpa kendala khusunya terkait penggunaan data internet. Bisa jadi siswa menghadapi masalah kuota karena kemungkinan siswa harus mengikuti beberapa meeting dalam satu hari, sehingga akan lebih bijak jika guru atau dosen dapat memanfaatkan LMS (Schoology, google classrom, dll) yang dimiliki dengan memaksimalkan penggunaan online chat, diskusi online, atau penugasan lainnya. Selamat mencoba :) 


Sunday, September 29, 2013

Jodoh dan Takdir

Saat saya menulis postingan ini, waktu sudah menunjukkan pukul 12.40 WIB. Entah kenapa malam ini saya tiba-tiba ingin menulis tentang tulisan yang agak sedikit random, yaitu tentang perasaan atau situasi yang saat ini saya rasakan. Bahkan mungkin bisa mewakili teman-teman yang sedang berada di fase yang disebut life quartal crisis. Dimana di fase ini, saya dan mungkin sebagian besar teman-teman lainnya sedang dilanda perasaan galau tentang masa depan. Pada fase ini, biasanya mulai bermunculan berbagai pertanyaan yang agak sedikit menggelitik. "Kapan nikah?" ya pertanyaan itu yang mulai sering mencuat akhir-akhir ini diumur-umur segini. Tidak aneh sih sebenarnya, karena memang rata-rata pada kisaran umur ini kebanyakan dari teman-teman kita sudah pada menikah dan bahkan mempunyai anak. Bukan hanya satu, bahkan ada yang sudah punya dua beranjak keberikutnya. Apalagi di kalangan teman-teman perempuan khususnya. 

Salah seorang teman saya bahkan pernah nyeletuk saking kesalnya ditanya terus pertanyaan tersebut. "Kok mereka gak pernah ada yang nanya kapan mati ya?" Hahaha...sebenarnya logik juga celetukan teman saya itu. Hidup, Mati, dan Jodoh semuanya sudah diatur oleh Allah. Dan kita tidak pernah tau kapan hal tersebut akan menghampiri kita. Kita hanya bisa berusaha sekuat tenaga untuk mempersiapkan diri hingga saat itu tiba dan tidak lupa juga berikhtiar dengan membuka diri dalam pergaulan, karena jodoh kan tidak akan tiba-tiba mengetuk pintu rumah kita. Sebenarnya ketiga hal tadi mempunyai satu kesamaan kalau menurut saya. Kesemuanya merupakan awal dimulainya sesuatu hal yang baru. Bedanya, kematian agak ditakuti kehadirannya. Karena seringkali kita merasa bahwa kita belum siap dan belum memiliki bekal apa-apa untuk di akhirat kelak. Padahal sebenarnya kalau menunggu siap rasanya kita tidak akan pernah siap. Kecuali jika kita menyadari bahwa maut dapat kapanpun menghampiri kita. Sehingga kita akan berusaha untuk mempersiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya ibadah. Nah sedangkan pernikahan, untuk umur segini merupakan sesuatu yang cukup dinanti. Jadi, tidak perlu terus-menerus ditanya pun kadang kita sering bertanya-tanya pada diri sendiri. "Kapan ya datangnya?", "Siapa ya jodohnya?", "Seperti apa ya orangnya?", dan beberapa pertanyaan lainnya yang seringkali terlintas. Ya walaupun pertanyaan ini, tidak berlaku untuk semua orang di usia ini. Tapi saya yakin walaupun ada teman-teman yang bilang "ah saya sih belum kepikiran menikah." Tapi dalam hati kecilnya pasti juga bertanya-tanya. 

Tapi dari pada pusing dengan pikiran-pikiran tersebut lebih baik kita berhusnudzon kepada Allah. Allah kan sesuai prasangka umat-Nya. Ingat terus janji Allah dalam surat An-Nur Ayat 26.
“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26) 
Saya pernah mendengar sebuah ceramah, dalam ceramah tersebut pernah disebutkan bahwa jodoh kita tidak akan jauh berbeda dengan diri kita alias sekufu atau istilah ilmiahnya sefrekuensi. Contohnya saja, jika kita berteman pasti kita akan cenderung berteman dekat dengan orang-orang yang memiliki beberapa kesamaan dengan kita. Sama halnya dengan jodoh.

Nah terus, pertanyaan muncul kembali. Jodoh kan katanya sudah ditetapkan di lauhul mahfudz. Terus apa gunanya kita berdo'a meminta jodoh kepada Allah tentang kriteria jodoh idaman kita? percuma aja dong minta kriteria setinggi langit tapi kalau ternyata kita sudah ditakdirkan dengan orang tertentu. Dari sebuah ceramah yang pernah saya hadiri, pernah disebutkan bahwa do'a dapat mengubah takdir. Maka jika kita memiliki keinginan. termasuk tentang jodoh, tetaplah berdo'a dan meminta kepada Allah. Dengan senantiasa berhusnudzon kepada Allah. Selama kita yakin do'a kita baik. InsyaAllah akan dikabulkan oleh Allah, hanya saja waktunya mungkin ada yang instan tapi ada juga yang harus menunggu lama atau ditunda bahkan tidak terkabul, Akan tetapi kita harus tetap yakin bahwa tidak dikabulkannya do'a kita ini insyaAllah akan digantikan dengan hal yang jauh lebih baik oleh Allah.

Untuk masalah do'a ini, saya sempat bertukar pikiran dengan salah seorang sahabat saya. Teman saya sempat mengajukan sebuah permasalahan, "Kalau memang jodoh kita sudah ditetapkan terus bagaimana caranya jodoh kita berubah jadi sesuai dengan do'a kita?" Kalau menurut pemikiran saya, misal jodoh kita sudah ditetapkan si A, terus kita berdo'a kepada Allah tentang kriteria jodoh kita. Bukan berarti karena do'a kita jodoh kita yang asalnya A berubah jadi si B. Akan tetapi si A ini akan berubah memperbaiki diri seperti apa yang kita inginkan atau harapkan dalam do'a kita. Sehingga pada saat dia sudah berada dalam kondisi dimana dia sesuai dengan do'a dan harapan kita. Maka saat itulah kita dipertemukan. Nah, dari pemikiran ini saya jadi mengambil sisi positifnya, bisa jadi kita belum dipertemukan dengan jodoh kita mungkin karena kita belum sesuai dengan jodoh kita tersebut. Untuk menyesuaikannya maka kita harus terus memperbaiki diri kita hingga akhirnya kita pantas untuk jodoh kita tersebut. Logikanya, masa kita pengen jodoh kita soleh sedangkan kitanya sendiri tidak solehah? Yang satu gaulnya di mesjid yang satu gaulnya nongkrong di cafe atau mall. Gimana bisa ketemunya?

Contoh menarik terjadi dengan teman saya, teman saya baru dipertemukan dengan jodohnya ketika dia melanjutkan studinya ke luar negeri. Padahal jodohnya tersebut dari almamater yang sama di Indonesianya. Alasannya kenapa mereka tidak bertemu disini? bisa jadi kan itu karena dengan kondisi seperti itu mereka akan berada pada frekuensi yang sama. Karena jika tidak seperti itu, mereka akan sulit bertemu alasannya karena pergaulan mereka berbeda.

Ya...simple sebetulnya. tidak usah bergalau-galau karena jodoh kita sudah ada insyaAllah...Hanya tinggal tunggu waktu yang tepat. Nah selama menunggu mending digunakan untuk memperbaiki diri. Supaya kita segera dipertemukan dengan jodoh kita. Beda kan, kalo kita cuma nunggu dengan berdiam diri dengan kita melakukan sesuatu? Waktu rasanya akan terasa lebih singkat jika kita melakukan suatu hal dibandingkan tidak melakukan apa-apa. So...be positive!!!

Sekian tulisan randomnya...saya cuma ingin berbagi pemikiran selebihnya wallahu 'alam bishawab...
Maaf kalau sekiranya ada tulisan yang kurang berkenan. :) Jangan sungkan untuk memberikan kritik karena saya juga masih perlu banyak belajar. insyaAllah kritik yang membangun akan sangat bermanfaat.

Thursday, March 21, 2013

Penipuan Melalui Telpon "Kecelakaan di Sekolah"

Pagi kemarin ada sebuah kejadian yang membuat panik seisi rumah. Dimulai dengan adanya telpon dari seseorang yang mengaku sebagai guru adik saya yang paling kecil yang mengabarkan bahwa adik saya mengalami kecelakaan. Dia terjatuh di tangga sekolah dan kepalanya retak dan sekarang sedang berada di UGD RSHS dalam kondisi kritis. Saat itu, yang mengangkat telpon adalah ayah saya. Beliau yang mendengar kabar itu langsung panik. Orang tersebut meminta ayah saya untuk segera menghubungi dokter yang menangani adik saya. Ayah saya yang panik langsung berangkat menuju counter isi pulsa karena saat itu kehabisan pulsa. Dalam suasana panik itu, entah kenapa perasaan saya tetap tenang. Sambil memikirkan kejadian apa yang mungkin terjadi di sekolah adik saya sebenarnya sehingga mengakibatkan adik saya mengalami kecelakaan seperti itu. Akhirnya saya menemukan bayangan kejadian yang masuk akal yang memungkinkan adik saya mengalami hal itu. Adik saya kebetulan sekolah di salah satu sekolah menengah di Bandung yang memang melakukan sistem moving class. Jadi setiap pergantian pelajaran siswa akan berduyun-duyun untuk berpindah dari satu kelas ke kelas yang lain. Jadi saya berpikir mungkin saat moving class ini adik saya mengalami kecelakan. Barulah setelah memikirkan kemungkinan itu saya mulai merasa panik. Saat ayah saya keluar, orang yang mengaku guru adik saya itu terus menerus menelpon ke rumah. Bunyi suara dering telpon membuat saya malah semakin panik. Akhirnya saya mengangkat telpon. Akan tetapi saat saya mendengar suara orang itu. Saya merasakan ada sedikit keganjilan. Pasalnya saya merasa kenal dengar suara orang tersebut. Suaranya sama persis dengan orang yang menghubungi rumah saya sehari sebelumnya. Saya ingat dengan logat bicaranya yang agak batak. Alhamdulillah kemampuan voice recognition saya berarti cukup baik :p

Jadi, sehari sebelumnya sempat ada orang yang menelpon ke rumah saya. Mengaku sebagai teman ayah saya, dia memberitahu bahwa namanya Budiman. Yang membuat saya percaya waktu itu dia tahu nama lengkap ayah saya. Akan tetapi saya agak curiga saat orang tersebut mulai menanyakan informasi tentang nama adik saya, sekolah adik saya, kemudian sekolah saya, dan tempat kerja ibu saya. Saya berpikir, loh katanya teman ayah saya tapi kok masih nanya-nanya informasi tentang hal tersebut. Saya sempat berkali-kali bertanya sebenarnya orang tersebut siapa dan akhirnya dia menjelaskan bahwa dia sempat diminta ayah saya untuk mencarikan kerja untuk anaknya. 

Nah lanjut ke kejadian panik pagi itu. Saat saya yang menerima telpon beliau terus-menerus mendesak saya untuk segera menyuruh ayah saya menghubungi dokter yang katanya menangani adik saya itu untuk mengetahui kondisi adik saya. Kemudian dia menyebutkan No. Hp orang yang harus saya hubungi. Saya yang saat itu masih terbawa suasana panik. tambah panik saat diburu-buru untuk mencatat No. Hp orang tersebut. Orang itu mengatakan bahwa saya harus menghubungin No. HP 08568070983 a.n Bapak Sudirman. Terus saya tanya jadi No barusan itu no dokternya atau Bapak Sudirman? Kemudian orang itu mengatakan bahwa Bapak Budiman itu orang yang mengurus adik saya disana. Nah saya mulai ragu lagi. Masih dengan nada suara yang membuat panik orang itu terus mendesak saya atau ayah saya untuk segera menghubungi No tersebut sambil dengan nada suara orang yang menangis sedih. Sempat ada dalam pikiran saya. "Oh mungkin bapak ini merasa bersalah karena muridnya ada yang kecelakaan di lingkungan sekolah yang memang menjadi tanggung jawabnya." Akhirnya saya mengatakan iya ayah saya sedang menuju kesana dan sudah akan menghubungi No tersebut. Yang membuat saya kembali ragu lagi, wali kelas adik saya itu seorang perempuan. dan kalaupun memang ada kejadian seperti ini otomatis pasti wali kelas yang akan pertama kali mengabarkan kondisi adik saya itu. Tapi ya namanya sedang dalam kondisi panik kadang akal sehat jadi kurang bekerja.

Dengan perasaan harap-harap cemas, saya menghubungi adik saya yang satu lagi dan Ibu saya, untuk mengabarkan semuanya. Anehnya saat saya menghubungi ibu saya beliau dengan suara yang sangat tenang menyarankan saya untuk menghubungi pihak sekolah terlebih dulu untuk memastikan semuanya. Padahal kemarin Ibu saya paniknya minta ampun saat adik saya belum juga pulang dari sekolah padahal hari itu sudah pukul setengah lima sore, padahal biasanya pukul 2 siang dia sudah berasa di rumah. Adik saya juga menyarankan untuk menghubungi pihak sekolah terlebih dahulu karena takutnya itu hanya penipuan. Kemudian saat ayah saya kembali beliau mengatakan bahwa orang yang bernama pak sudirman meminta untuk segera mentransferkan sejumlah uang untuk biaya tindakan adik saya dan untuk pembelian alat. Ayah saat sontak langsung marah-marah di telpon meminta kalau memang kritis ya sudah diurus dulu, masalah uang nanti bisa menyusul. Kemudian saya langsung menyampaikan kepada ayah saya untuk memastikan dulu ke pihak sekolah. dan jangan men-transfer uang dulu sebelum ada kepastian. Akhirnya dengan membawa uang untuk jaga-jaga, ayah saya berangkat ke sekolah untuk menanyakan kondisi adik saya. 

Alhamdulillah setelah menemui pihak sekolah ternyata adik saya masih dalam kondisi sehat walafiat dan sedang belajar di kelasnya. 

Saat saya mencoba searching di internet ternyata kejadian penipuan ini bukan kali pertama terjadi. Sudah banyak korban yang terperangkap pada modus penipuan ini. Seperti yang disampaikan sahabat saya yang bekerja sebagai guru di salah satu sekolah di Tangerang. Katanya disana sudah beberapa kali terjadi kejadian seperti itu. Anehnya orang tersebut hanya meminta uang sebesar 3 juta rupiah. Menurut saya nilai tersebut sangat kecil untuk effort sebesar itu. Kalo yang saya baca dari beberapa berita di internet kebanyak minta uangnya hingga belasan bahkan milyar rupiah :D Mungkin orang tersebut mempertimbangkan kemungkinan untuk transfer dengan permintaan uang yang tidak terlalu banyak peluangnya lebih besar jika dibandingkan dengan meminta uang dalam jumlah besar. Sudahlah...yang penting Alhamdulillah Allah masih melindungi kami sekeluarga...Wah...Ternyata saya ketinggalan informasi, saya pikir penipuan yang saat ini marak hanya modus minta pulsa melalui sms. 

Pembelajaran yang didapat dari kejadian ini.
  1. Selalu waspada terhadap penelpon yang tidak dikenal dan jangan memberikan informasi apapun jika belum yakin orang tersebut siapa.
  2. Saat mendapat kabar seperti ini, jangan panik dan tetap tenang. Segera hubungi pihak sekolah untuk memastikan kebenaran kabar tersebut. Karena saat dalam kondisi panik orang seringkali kurang berpikir jernih.
  3. Saat menerima telpon usahakan alihkan jawaban dari jawaban "iya", karena dikhawatirkan terjadi hipnotis.
  4. Bila diminta untuk transfer sejumlah uang, dapat dipastikan itu adalah modus penipuan. Karena untuk melakukan suatu tindakan terhadap pasien biasanya pihak rumah sakit akan meminta persetujuan dari keluarga pasien dengan menyelesaikan beberapa persyaratan administrasi yang membutuhkan tanda tangan dari keluarga pasien. So...tidak ada alasan untuk transfer-transfer uang dimuka.

Friday, October 12, 2012

Membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba

Sudah lama sekali saya ingin membuat postingan tentang pembuatan surat keterangan bebas narkoba. Tapi apa daya rasa malas nampaknya lebih kuat menarik diri saya untuk tidak membuat postingan. Saat ini saya sedang disibukkan dengan kegiatan saya untuk melamar kerja (baca: sok sibuk). Saya baru tahu kalau ternyata di beberapa perusahaan ada yang memberikan persyaratan surat bebas narkoba juga. Wah...lumayan berat juga ya (berat di dompet maksudnya). 

Alhasil mau tidak mau saya harus membuat surat keterangan tersebut. Saya sempat kebingungan juga mencari referensi tempat membuat surat keterangan bebas narkoba di daerah cimahi, kebetulan ini tempat domisili saya berada. Saya coba tanya ke beberapa teman ternyata tidak ada yang mengetahuinya. Akhirnya jalan satu-satunya ya tanya om google. Saya coba cari referensi tempat dan biaya yang paling murah diantara pilihan yang ada. Sebetulnya teman saya sempat mengatakan bahwa Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung juga  dapat mengeluarkan surat keterangan bebas narkoba, hanya saja biayanya mencapai 185rb kalo tidak salah (CMIIW). Setelah menelusuri mesin pencarian dapatlah informasi bahwa Polres Cimahi dapat mengeluarkan surat keterangan bebas narkoba. Akan tetapi mereka tidak memiliki lab untuk pemeriksaannya, sehingga pemeriksaan dilakukan di laboratorium seberang Polres. Setelah saya pikir-pikir lebih baik saya coba saja tes lab di Rumah Sakit supaya sekalian bisa minta surat keterangan sehat. Baru nanti pulangnya sekalian ke Polres untuk update SKCK.

Akhirnya saya bergegas menuju Rumah Sakit Umum Cibabat. Disana saya menemui bagian informasi di Gedung C, akan tetapi ternyata RSU Cibabat tidak mengeluarkan surat keterangan bebas narkoba dan menyarankan saya untuk ke Rumah Sakit Dustira. Langsung saja saya meluncur ke RS. Dustira. Seperti biasa, saya parkir kendaraan di parkir timur. Lalu masuk untuk melakukan pendaftaran. Tapi karena saya tidak tahu prosedur pendaftaran untuk umum (biasanya nganter ibu daftar ASKES), saya coba datangi loket pendaftaran ASKES. Dari sana diarahkan untuk menuju Laboratorium yang letaknya di dekat parkir timur. Sayapun berjalan menuju Laboratorium di dekat parkir timur tersebut. Eh...setelah sampai disana ternyata untuk membuat surat bebas narkoba bukan disana tempatnya.  Saya diminta untuk menuju pintu masuk UGD dan menuju loket informasi. Tiba di loket informasi saya diminta melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Ealah...jadi disuruh kesana kesini gini. Mana saya tidak tahu letak pendaftaran umum dimana. Akhirnya saya kembali ke loket pendaftaran ASKES untuk meminta petunjuk. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Loket pedaftaran umum. dan ternyata letaknya tidak jauh dari pintu UGD. Baiklah itung-itung tur rumah sakit. Kemudian di meja informasi pendaftaran saya diminta mengisi form pendaftaran. Lalu menuju kasir. Hampir di setiap tempat yang saya singgahi menanyakan keperluan penggunaan surat keterangan bebas narkoba tersebut. Mungkin takut disalahgunakan atau semacamnya mungkin ya. Ternyata biaya yang harus saya keluarkan untuk pembuatan biaya surat keterangan bebas narkoba disana adalah 125rb. Saya merasa beruntung karena ternyata harganya masih jauh lebih murah jika dibandingkan saya membuatnya di tempat lain.

Sesuai arahan saya menuju poli jiwa. Lho...Saya sempet kaget juga. Lah kok malah ke poli jiwa ya? Bagi saya yang awam tentang dunia medis, mendengar kata Poli Jiwa kesannya sudah negatif. Di bayangan saya yang terbesit adalah orang-orang yang terganggu kejiwaannya. Sayapun memberikan surat pengantar dari loket pendaftaran ke loket di Poli Jiwa. Saya melihat berkeliling. Apa yang salah ya sama orang-orang di sekeliling saya ini? Tampak tidak ada yang salah dengan mereka. Ada Bapak-Bapak tua, Ada Ibu-Ibu setengah baya, ada anak kecil, bahkan ada balita juga. Saya jadi penasaran Poli Jiwa itu menangani masalah apa saja sih? mungkin pikiran saya terlalu terkotak-kotak bahwa poli jiwa hanya khusus bagi orang yang mengalami gangguan kejiwaan alias mental. Tapi nampaknya sih bukan itu saja. Entahlah...

Setelah menunggu giliran akhirnya tiba giliran saya. saya diminta untuk menampung urine di sebuah wadah seukuran tempat agar. Lebih tepatnya sih memang tempat agar. Saya kira urine tersebut akan dibawa ke lab untuk dites. Tapi ternyata tidak. Mereka cukup mengetesnya diruangan pemeriksaan pasien. nampaknya menggunakan alat sederhana. Mungkin hanya meneteskan sampel urine pada kertas kemudian ditambahkan suatu larutan yang bisa menunjukkan keberadaan zat adiktif, salah duanya amphetamin (AMP) dan morphin (MORP). Saya agak deg-degan juga sih takut-takut hasilnya positif. Karena bukan tidak mungkin kita gagal tes bebas narkoba. Salah satu teman saya sempat bilang temannya sempat gagal tes bebas narkoba karena ditemukan zat adiktif di urine nya yang ternyata itu akibat dari obat yang diminumnya beberapa hari itu karena dia memang sedang sakit, dan obat tersebut mengandung obat tidur. 

Akhirnya tidak lama kemudian hasilnya keluar saya diminta menemui dokter di dalam ruangan untuk mengkonsultasikan hasilnya. Ada beberapa koas disana. :D Saya suka agak segan sebetulnya kalo periksa tapi banyak koas yang melihat. Merasa agak kuras privasi untuk curhat tentang keluhan penyakit misalnya. Tapi untungnya hari itu koas nya tidak ikut masuk. Mungkin mereka memang hanya melihat kasus-kasus yang penting yang perlu dipelajari lebih dalam. Dan Alhamdulillah hasilnya negatif. Saya bisa sedikit bernafas lega. Sayapun langsung keluar ruang pemeriksaan dengan menggenggam selembar kertas surat keterangan bebas narkoba dari dokter. Kemudian dibubuhi cap di loket poli jiwa. baru kemudian ke bagian infokes untuk diberi cap dan semacam dicatat berita acaranya (halah..apa ya istilahnya? Pokonya itulah).

Tanpa berpikir panjang saya langsung pergi menuju parkir timur untuk bergegas menuju Polres Cimahi. Tapi kok dipikir-pikir saya kok gak minta salinannya ya? Hadeuh...masa 1 lembar 125rb. Ya sudahlah kita coba di Polres siapa tau mereka mau membuatkan surat keterangan bebas narkoba dengan menggunakan hasil lab di luar. 

Setibanya di Polres, saya langsung memperbaharui SKCK saya. Sekalian menanyakan tentang pembuatan surat bebas narkoba. Dan...dan...dan ternyata di Polres bisa membuat surat keterangan bebas narkoba dengan biaya 100rb plus legalisirannya. (hiks...nangis darah) dan yang lebih mirisnya lagi kita tidak bisa meminta surat bebas narkoba dengan surat keterangan hasil lab dari luar karena sudah sepaket katanya. Baiklah mungkin saya kurang sedekah. Jadi pembelajaran saja setidaknya sekarang saya sudah paham prosedurnya. Semoga infonya bermanfaat. Maaf kalo postingannya terlalu kepanjangan dan berbelit-belit :D

Sunday, August 26, 2012

Cerita di Twitterland


Udah lumayan lama juga gak posting. Kebeneran lagi ada bahan buat ditulis dan semoga aja gak males buat lanjut nulis. Kali ini ceritanya agak nyenggol ranah kedokteran dikit. Saya memang bukan anak kedokteran tapi kebeneran emang tertarik aja sama dunia kedokteran dan kesehatan. Mungkin karna cita-cita kecil yang gak tercapai juga kali ya gara-gara takut darah dan mayat walhasil gak berani buat masuk jurusan yang satu itu. Tapi tetep sih ketertarikan sama bidang yang satu ini gak pernah ilang. Di twitter pun yang difollow banyaknya akun dokter dan info kesehatan. Lumayan juga jadi banyak tau ilmu tentang kesehatan yang berguna buat kita juga.

Nah ceritanya ada satu dokter yang saya follow, om dokter ini tweetnya cukup saya tunggu-tunggu. Beliau ini adalah salah satu dokter spesialis mata sekaligus penulis buku dan pernah stand-up comedy. Orangnya kocak dan asik kalo nge-tweet, baik itu cuma info biasa ataupun hal yang serius sekalipun selalu dibikin seru. Ada cerita yang menurut saya agak seru sih di twitterland akhir-akhir ini judulnya dagelan #AMkes. Awalnya saya penasaran apaan sih dagelan #AMkes ini dan apa hubungannya sama program #dokterpakcomblang yang suka diadain sama om dokter yang saya suka itu tiba-tiba aja dihapus dan gak bakal diadain lagi. Padahal berdasarkan hasil pemantauan selama ini program #doktercomblang ini udah berjalan lama, bahkan udah terjadwal tiap tanggal 14 setiap bulannya. Buat yang belom tau #dokterpakcomblang itu apa, jadi program itu sebenernya program iseng-iseng buat bantu anak-anak koass biar gak kelamaan jomblo. Jadi anak-anak koass bisa nge-tweet promosiin diri mereka dengan nambahin hashtag #dokterpakcomblang. Nah nanti tweet yang menarik bakalan dibantu promo dengan cara di-RT sama om dokter. Selain program #dokterpakcomblang, ada juga #koassbobo. Kalo untuk #koassbobo ini, lebih ke nge-tweet foto-foto para koass yang tidur dalam berbagai posisi hasil dari semacem hiden camera ulah iseng rekan koass lainnya. Caranya ampir sama juga kayak yang  #dokterpakcomblang, biasanya followernya om dokter yang koass bakalan ngetweet foto-foto #koassbobo ke om dokter. Terus entar yang paling menarik bakalan di-RT sama om dokter. 

Nah berawal dari situ bakat kepo mulai muncul. Aku coba cari tau ke akun salah satu rekan twitter yang kuliah di kedokteran. Dan ternyata cerita dagelan #AMkes ini udh sejak beberapa hari yang lalu udah rame dibicarain mereka. Dan akhirnya aku nemu satu akun kunci yang mengupas tuntas tentang dagelan #AMkes ini. Kisahnya dramatis tragis gimanaaaa gitu. Pas baca berasa kayak kisal di novel-novel banget. Tapi bagus banget nih yang nyajiin ceritanya, berasa jadi kayak baca cerita misteri detektif-detektifan. Kerennya yang nulis rajin bener ngulik masalah itu sampai akhirnya terungkap semua permasalahannya. Gak kebayang itu ngubek-ngubek akun twitter para tokohnya. Di satu sisi agak kasian juga sih sebenernya sama tokoh dalam cerita itu. Mungkin itu suatu obsesi juga kali ya punya pacar dokter. Makanya sampe yang bersangkutan bikin akun bahkan tokoh-tokoh khayalan yang meyakinkan temen-temen deketnya bahwa dia pacaran sama dokter. Pokonya kalo baca ceritanya dia terkesan niat banget sampe bikin beberapa akun dan bikin tweet-tweet dengan istilah-istilah kedokteran segala. Cerita lengkapnya bisa diliat disini.

Nah ternyata cerita inilah yang jadi salah satu pertimbangan ditutupnya #dokterpakcomblang. CMIIW. Terungkapnya cerita ini juga mungkin bisa jadi bahan pembelajaran juga bahwa kenyataan sebenernya yang pahit sekalipun akan jauh lebih baik ketimbang kebohongan yang manis sekalipun. Dan mungkin buat kebanyak cewek-cewek profesi dokter terkesan wah. Memanga sih gak bisa dipungkirin profesi dokter salah satu profesi yang bisa dibilang bergengsi karena gak sedikit biaya yang harus mereka keluarkan untuk menyelesaikan pendidikannya, belom lagi perjuangan mereka buat nyelesein sekolahnya yang gak sebentar. Kalo gak salah buat jadi dokter umumnya aja mereka harus ngelewatin 4 tahun masa pendidikan kedokteran, cepetnya bisa 3.5 tahun, terus koass 2 tahun, selanjutnya harus tes UKDI, terus intership atau magang, baru deh bisa buka praktek, terus entar ada PPT juga yang kalo gak salah juga harus diikuti sebelum mereka bisa ambil spesialis, baru pendidikan spesialis selama kurang lebih 3.5-5 tahun kalo gak salah juga tergantung spesialis yang mau diambilnya. Perjuangan yang panjang tapi semoga ilmunya juga bermanfaat buat orang-orang di sekelilingnya. Salut deh buat temen-temen di kedokteran.
Akhir kata, pokonya ambil ilmu yang bisa diambil yang jeleknya tinggalkan ya jangan ditiru. :D

Monday, April 30, 2012

Movie: Boys Don't Cry

Baru-baru ini saya baru saja menonton salah satu film yang berjudul Boys Don't Cry. Keinginan untuk menonton film ini sebenarnya berawal dari tekad saya untuk menonton film berbahasa Inggris tanpa teks demi bisa lancar berbahasa Inggris. Seperti yang kalian tau di postingan saya sebelumnya tentang Jadi LO Panikan bahasa Inggris saya bisa dibilang di bawah rata-rata, kepercayaan diri untuk bicara saja rasanya masih sangat kurang. Balik lagi ke topik bahasan :D  Selain itu saya agak penasaran juga dengan istilah transgender female to male (Ftm). Kebetulan rata-rata filmnya merupakan film dokumenter. Sejalan dengan niat saya untuk mengikuti lomba pembuatan film dokumenter. Sehingga rasa penasaran dan tekad saya itu membawa saya pada film ini.
Film Boys Don't Cry ini sebenarnya film yang sudah cukup lama dirilis tahun 1999 di Amerika. Film ini bergenre drama romantis yang dibumbui dengan adegan kekerasan dan tindakkan kriminal. Kisahnya diangkat dari kisah nyata seorang transgender asal Nebraska, USA yang bernama Teena Brandon (diperankan oleh Hilary Swank). Brandon secara biologis terlahir sebagai perempuan yang teridentifikasi sebagai pria. 

Boys Don't Cry
 Kisahnya berawal dari Brandon yang diketahui secara anatomis perempuan oleh saudara laki-laki perempuan yang dikencaninya dan kemudian mengalami ancaman fisik. Sampai akhirnya ia terlibat dalam perkelahian di bar dan  diusir dari rumah sepupunya. Kemudian Brandon pindah ke Falls City, Nebraska. Disana dia menjalin pertemanan dengan mantan narapidana John Lotter (Peter Sarsgaard) dan Tom Nissen (Brendan Sexton III), dan teman-teman mereka Candace (Alicia Goranson) dan Lana Tisdel (Chloe Sevigny) tanpa ada yang mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Selama di Falls City, Brandon tinggal bersama Candace. Brandon terlibat hubungan asmara dengan Lana yang tidak mengetahui jenis kelamin biologis dan masalah di masa lalunya.  
Suatu ketika Brandon bersama teman-temannya itu pergi menuju tempat mereka bekerja, akan tetapi di perjalanan Brandon terlibat aksi kejar-kejaran mobil yang mengakibatkan dia terkena tilang dari polisi setempat. Sehingga Brandon harus dipenjara. Saat dipenjara Lana bertanya mengenai keberadaan Brandon di penjara perempuan dan Brandon akhirnya menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya terlahir sebagai hermaprodit dan akan segera melakukan perubahan kelamin. Walaupun begitu Lana tetap bisa menerima Brandon apa adanya. 
Masalah muncul kembali saat Candace mendapati bekas pembalut yang ada di kamar Brandon dan kemudian memberitahukannya kepada Ibu Lana dan John serta Tom. Kecurigaan mereka ditambah lagi dengan artikel di koran yang ada kaitannya Brandon berdasarkan nama lahirnya, Teena Brandon. Kemudian John dan Tom berusaha membuktikan kecurigaan mereka dengan menyuruh Lana untuk memeriksanya. Namun Lana menutup-nutupi apa yang diketahuinya. Sehingga John dan Tom menyeret Brandon ke kamar mandi dan memeriksa sendiri secara paksa. 
Setelah kejadian itu John dan Tom terus mengejar Brandon hingga ke lokasi terpencil dan kemudian memukuli serta memperkosanya.  Brandon kemudian dibawa ke sebuah rumah disana dia diancam untuk tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Brandon berhasil kabur melalui jendela yang berada di kamar mandi rumah tersebut dan mendatangi rumah Lana. Lana yang melihat Brandon tertekan membawanya ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian tersebut. 
Brandon kemudian bersembunyi di gudang milik Candace. John dan Tom yang berada dalam keadaan mabuk berencana untuk membunuh Brandon dengan mendatangi rumah Candace. Lana berusaha untuk mencegahnya. Akan tetapi usahanya sia-sia. John dan Tom mendobrak masuk ke rumah Candace. Karena takut terjadi sesuatu dengan Lana dan Candace, Brandon yang sebelumnya bersembunyi di gudang kemudian mengejar John dan Tom yang masuk ke rumah Candace. Akhirnya John dan Tom menyarangkan tembakan ke tubuh Candace dan Brandon. Tadinya Tom berusaha menembak Lana juga namun usahanya digagalkan oleh John. Akhirnya mereka pergi meninggalkan Lana yang terbaring diatas tubuh Brandon yang sudah tidak bernyawa. Keesokan harinya Lana terbangun di atas tubuh Brandon dan Ibunya membawa Lana pergi dari tempat itu. 
Cerita ini memberikan kesan yang sungguh dramatis ditambah lagi dengan akting para pemerannya yang benar-benar total.  Bahkan para pemerannya dan filmnya sendiri sampai berhasil mendapatkan beberapa penghargaan.
Dari cerita ini saya baru menyadari bahwa di luar sana ada kehidupan seperti Brandon ini, seorang transgender. Untuk transgender male to female saya sudah beberapa kali mendengar, akan tetapi untuk female to male ini rasanya baru sekarang-sekarang ini saya mendengarnya. Saya hanya tau perempuan yang berpenampilan tomboi, akan tetapi tidak sampai melakukan perubahan terhadap fisiknya. Tidak hanya Brandon, ada juga Scott Turner Schofield, seorang performer dan juga pembicara mengenai isu-isu transgender dan Lucas Petter Wilson atau dikenal sebagai Twinfools, seorang cosplayer asal Canada yang dengan berani mengambil keputusan untuk melakukan transgender tersebut di tengah pro kontra di masyarakat khususnya ditinjau dari segi agama.